Berbicara itu sangat mudah karena tidak memerlukan biaya, berbeda dengan membeli sesuatu yang harus ditebus dengan uang. Namun, yang sulit adalah menjaga lisan dan berpikir sebelum berbicara. Terkadang, perkataan yang tidak pada tempatnya dapat meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi orang yang mendengarnya.Sering kali kita membicarakan kisah dan keadaan orang lain, bahkan saudara kita sendiri. Walaupun apa yang kita sampaikan itu benar, hal tersebut tetap dapat menjadi dosa ghibah. Ghibah adalah membicarakan seseorang tentang sesuatu yang tidak ia sukai apabila perkataan itu sampai kepadanya, meskipun apa yang dibicarakan tersebut benar adanya. Didialam kitab Durotunnasihain disebutkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda :
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ
«أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟» “Tahukah kalian apakah ghibah itu?”
قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. “Para sahabat menjawab, “Allah dan
Rasul-Nya lebih mengetahui.”
قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ». “Nabi bersabda, “Engkau menyebut
saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak sukai.”
قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ “Ditanyakan, “Bagaimana jika apa yang
saya katakan itu benar ada pada dirinya?”
قَالَ: «إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ». “Nabi menjawab, “Jika memang benar
ada padanya maka engkau telah berghibah kepadanya, dan jika tidak ada maka
engkau telah memfitnahnya.” (HR,Muslim)
Terkadang lisan kita selalu saja ingin
menyebutkan apa yang kita lihat dihadapan, Ketika melihat teman kita tampil
agak sedikit berbeda, kita mulai membicarakanya, terkadang juga terjadi hal-hal
sepele, sekalipun kita hanya menuturkan kelemahan orang lain, melihat saudara
kita yang kurang cerdas, lantas kita menceritkan kepada orang lain , bahkan Ketika
ada diantara teman kita yang mulutnya sering disebut “Latur” (lambe Turah),
kita sering mengatakan untuk nya “ halleh…si anu itu memang dasar latur”. Dilain
waktu juga terjadi Ketika kita melihat kendaraan saudara kita baru, bagus, jelek,
atau apa saja kekurangan yang terkait denganya, shingga penuturan kita tentang “
orang itu baju nya kombor, celana nya komrang, tubuh nya kurus dan lain
sebagainya, sungguh dosa ghibah ini selalu mengintai kita untuk menjerumuskan
kita kedalalm Lembah dosa lisan yang semakin nyata.
Coba kita renungkan diri masing-masing,
apakah dosa ghibah sering terjadi dalam kehidupan kita, atau justru kita
termasuk orang yang terbiasa melakukannya. Misalnya, ketika melihat seseorang
yang bertubuh kurus, kita berkata, “Badannya seperti lidi.” Saat melihat orang
yang bertubuh gemuk, kita spontan mengatakan, “Badannya bulat seperti bola.”
Bahkan ketika keduanya berjalan bersama, kita bercanda dengan mengatakan,
“Lihat, angka 10 sedang berjalan bersama.” Ucapan seperti itu mungkin terdengar
sepele dan lucu, tetapi tanpa disadari dapat menyakiti hati orang lain dan
termasuk dalam perbuatan ghibah yang harus kita hindari.
Sering kali kita menganggap ucapan seperti
itu hanyalah candaan biasa untuk menghidupkan suasana. Padahal, belum tentu
orang yang mendengarnya merasa senang. Bisa jadi ia tersenyum di hadapan kita,
tetapi hatinya terluka dan merasa direndahkan. Dari sinilah dosa ghibah dan
menyakiti sesama dapat muncul tanpa kita sadari. Ghibah tidak selalu berbentuk
membicarakan keburukan yang besar. Mengejek fisik, meniru kekurangan orang
lain, atau memberi julukan yang tidak baik juga termasuk perbuatan yang harus
dijauhi. Islam mengajarkan agar kita menjaga kehormatan sesama muslim sebagaimana
kita ingin kehormatan diri kita dijaga oleh orang lain.
Setiap manusia diciptakan Allah dengan
keadaan yang berbeda-beda. Ada yang tinggi, pendek, kurus, gemuk, berkulit
gelap, atau memiliki kekurangan tertentu. Semua itu bukan untuk dijadikan bahan
ejekan, melainkan untuk saling menghargai dan mengenal satu sama lain. Sebab,
yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling sempurna fisiknya, tetapi
yang paling baik akhlak dan ketakwaannya. Oleh karena itu, sebelum berbicara,
hendaknya kita belajar menimbang ucapan dengan hati dan akal. Jika perkataan
itu berpotensi menyakiti orang lain, lebih baik ditahan. Biasakan lisan untuk
berkata baik, memberi semangat, dan menjaga perasaan sesama. Karena satu ucapan
yang baik dapat menguatkan hati seseorang, sedangkan satu ucapan yang buruk
bisa membekas sangat lama dalam ingatannya.
Dikisahkan dari Abu Umamah Al Bahili ia berkata “ bahawasaya seorang
hamba kelak di hari kiamat. Ketika diserahkan buku catatan amal nya, ia melihat
adanya kebaikan yang dia sendiri merasa tidak melakukanya, sahutnya : “ya Allah,
dari manakah kebaikan yang diserahkan kepada ku ini? Kemudaian Allah pun
menjawab :” ini lah amal orang yang dulu menggunjingmu Dimana enkau sendiri
tidak merasa berbuat” itulah sebabanya ada cerita bahwa hasan bahsri Ketika diberitahu
oleh seseorang. Bahwa dirinya digunjing oleh seseorang yang lain, maka hasan
bashri pun segera mengantarkan hadiah berharga kepada orang yang menggunjing
nya itu.
Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa
ghibah bukanlah dosa yang ringan. Saat seseorang membicarakan keburukan orang
lain, ia tidak hanya menyakiti hati saudaranya, tetapi juga bisa kehilangan
pahala amal baik yang telah susah payah ia kumpulkan. Pahala itu justru
berpindah kepada orang yang digunjing. Karena memahami bahaya ghibah, Hasan
al-Bashri pernah memberikan contoh akhlak yang sangat mulia. Ketika Suatu hari beliau diberitahu bahwa ada
seseorang yang menggunjing dirinya. Mendengar hal itu, Hasan al-Bashri justru
mengirimkan hadiah berharga kepada orang tersebut. Ketika ditanya mengapa
beliau melakukan itu, Hasan al-Bashri ingin menunjukkan bahwa orang yang
menggunjing dirinya telah “memberikan” pahala kepadanya. Maka beliau merasa
perlu berterima kasih atas pahala yang diterimanya. Dari kisah ini kita belajar
bahwa menjaga lisan adalah perkara yang sangat penting. Jangan sampai karena
ucapan yang dianggap sepele, pahala amal kita berpindah kepada orang lain.
Sebaliknya, biasakanlah lisan untuk berkata baik, menasihati dengan lembut, dan
mendoakan sesama agar hidup menjadi lebih berkah dan penuh persaudaraan.








%20(1).png)



.jpeg)


.png)

