Seorang
dokter cantik, yang kaya raya dan angkuh yang selama ini tidak percaya pada
sebuah keajaiban, namun hidup nya berubah total setelah datang seorang pria
yang lusuh dan miskin, dengan keyakinan sederhana yang mengguncang logika,
“izinkan aku menyembuhkan ibumu” jika tuhan berkehendak ibumu akan sembuh,
awalnya sang dokter mentertawakan dan menghina pria itu bahkan menantangnya
dengan sombong, “ kalau kau benar-benar bisa menyembuhkan ibuku, aku rela
menjadi istrimu”, tapi siapa sangka keajaiban benar-benar terjadi, dan bagaiman
kisah selanjutnya akankah sang dokter memenuhi janjinya….
Dibalik
kekaguman banyak orang perawat sering berbisik pelan “dokter salsa hebat, tapi
galak nya minta ampun”.pasien miskin kadang ditatap saja tidak, tapi semua
omongan itu tak pernah ia perdulikan, salsa hanya hidup untuk karir, prestasi
dan pengakuan bukan untuk perasaan,
namun
tiba-tiba hidup sempurna itu mulai retak, pukul 11 malam suara benda jatuh dari lantai atas rumahnya yang membuat dokter
salsa panik, ia berlari menaiki anak tangga dan mendapati ibunya tergeletak
dilantai, tubuh Wanita tua itu gemetar hebat, wajahnya pucat matanya nyaris tak
fokus,..Bu….ibu kenapa …dokter salsa pun memeluk tubuh ibunya yang dingin, lalu
segera menelphon ambulan, ia membawanya kerumah sakit tempat ia sendiri berkerja
serangkaian pemeriksaan dilakukan seperti City Scan MRi dan laboratorium pun
lengkap, namun hasilnya membuat nafas dokter salsa tercekat dokter seniornya,
dokter Bagus menatap layar monitor dengan wajah berat, Salsa ….ini bukan
penyakit biasa, ada kerusakan langka di sistem saraf Otaknya, kami belum tahu
apa penyebab nya mungkin sangat kecil untuk tertolong ucap dokter bagus, dokter
salsa pun terpaku.
Tidak
mungkin,,! Pasti ada cara, aku dokter, aku akan menemukan jalan untuk
menyembuhkan ibuku berontak salsa, dalam keputus asaan, salsa menghubungi
berbagai konsultan medis dari Singapura, jepang hingga amerika. Ia mengirim
hasi scan ibunya, membayar ratusan juta demi telekonferensi dengan professor
terkenal tapi jawabanya selalu sama “maaf kasus ini diluar jangkauan medis saat
ini, hari-hari berikutnya telah berubah menjadi neraka bagi salasa, ia tetap
bekerja tapi matanya sayu dan wajahnya Lelah, setiap malam ia duduk di ruang
ICU, mengenggam tangan ibunya yang makin melemah tubuh sang ibupun semakin
kurus, kulitnya pucat seperti kertas, suatu malam ibunya membuka mata dan
berbisik lemah, naak..jangan sombong, kadang yang menyembuhkan bukan tangan
manusia, air mata salsa jatuh seketika, jangan bicara begitu bu..”aku dokter”
aku pasti bisa menyembuhkan ibu, tapi jauh didalam hati, ia tahu kalimat itu
hanyalah pelarian dari kenyataan, harapanya hampir padam seminggu pun telah
berlalu, salsa nyaris tak tidur,ia terus menatap hasil pemeriksaan berkali-kali
berharap ada perubahan meski ia sendiri tak percaya lagi pada keajaiban.
Lalu
pagi itu datanglah seorang peria berpakaian lusuh muncul didepan ruang ICu,
bajunya kumal rambutnya berantakan, wajahnya penuh debu dan kakinya hanya
beralaskan sandal jepit, para perawat langsung menatap sinis, “ permisi..ini
bukan tempat umum, anda mau kemana”. Tanya salah satu perawat, peria itupun
tersenyum tenang, saya mencari dokter salsa, salsa yang duduk menatap layar
monitor nya menoleh sekilas, saya salsa, ada urusan apa sambutnya dari balik
layer monintor itu, peria itupun menatapnya dengan lembut, saya dengar ibu anda
sedang sakit, saya datang untuk membantu, ruangan seketika hening para
perawatpun saling pandang Sebagian lagi menahan tawa, membantu…..anda siapa,
dukun, tabib, ucap salsa dengan sinis, tapi peria itu tak tersinggung, saya
bukan siapa-siapa saya hanya percaya tak ada yang lebih besar dari kekuasaanya,
taka da penyakit yang tak bisa disembuhkan jika tuhan berkehendak, salsa
menghela nafas Panjang dan tersenyum tipis, kau bicara omong kosong dihadapan
dokter spesialis saraf, ibuku tak bisa disembuhkan bahkan oleh professor luar
negeri sekalipun dan kau datang dengan baju
kotor menawarkan pertolongan lucu.
Beberapa
perawat tertawa kecil tapi peria itu hanya menunduk lalu berkata lembut kalau
saya salah biarlah saya ditertawakan tapi kalau tuhan benar ibu mu akan sembuh,
nada suara peria itu begitu yakin, hingga dada salsa terasa bergetar aneh namun
egonya lebih kuat. Ia tersenyum miring dan berkata “baik,,! Kalau kau bisa
menyembuhkan ibuku aku rela menikah dengan mu tapi kalau tidak jangan pernah
muncul dihadapanku lagi, jawab salsa. Ruangan sunyi hanya terdengar suara mesin
infus dan detak jantung dari monitor peria itu menatap salsa dalam-dalam, lalu menjawab degan suara tenang..” saya tidak datang mencari isteri,
tapi saya datang, karena hati Nurani saya membawa saya kesini salsa mengibaskan
tangan, wajahnya dingin dan datar, sudah cukup.! Terserah kau mau apa tapi
jangan ganggu staf ku, ucap salsa dengan tajam. Kalau kau ingin mencoba silakan
tapi jangan harap aku akan percaya.
Bersambung...***










%20(1).png)






