NUansa.UMT

Saya Ikhlas Jadi Istrimu (Ketika Doa Mengalahkan Logika) Bagian -2

Cerepen Bagian 2

Peria itu Bernama Agus hanya mengangguk ia berdiri sambil menutup mata dan mulai berdoa pelan taka da jampi atau pun matra hanya bisikan lembut yang nyaris tak terdengar, tapi entah mengapa udara sekitar seolah berubah, hangat, tenang, salsa menatapnya dengan perasaan campur aduk, kesal tapi juga penasaran, didalam hatinya mucul bisikan halus sesuatu yang tak bisa dijrlaskan oleh logika atau ilmu, untuk pertama kalinya sejak ibunya jatuh sakit salsa tidak marah, tidak menolak dan tidak menangis, ia hanya diam menatap pria asing itu berdoa untuk ibunya dan tanpa sadar sebuah harapan kecil mulai tumbuh di hatinya, hari itu langit Jakarta mendung,  dengan tiba-tiba aroma hujan menggantung diudara, dihalaman rumah sakit peria berpakaian lumuh itu Kembali datang, baju nya masih sederhana, rambutnya berantakan tapi matanya memancarkan ketenangan yang sulirt dijelaskan ia membawa sebuah botol berisi Air dan ramuan herbal tradisional, para perawat langsung berbsisik, itu orang kemaren masih berani datang lagi, ujar yang lain dengan nada mengejek, salsa yang duduk dikursi dekat ruang ICU, menghela nafas Panjang Ketika melihat sosok itu muncul lagi, “ kau lagi, katanya pelan tapi tajam, aku sudah bilang taka da yang bisa kau lakukan disini”, agus pun menunduk sopan, “ saya tau dokter, tapi izinkan saya berdoa untuk ibumu sekali lagi, hanya sebentar, saya tidak akan menyentuh apapun,” nada suaranya lembut tapi mengandung keyakinan yang sulit abaikan, salsa menatapnya lama, antara kesal dan heran, entah mengapa hatinya tak sanggup lagi mengusir peri aitu mungkin karena wajah agus terlihat tulus, atau mungkin karena rasa putus asa yang perlahan melahap hatinya dari dalam.

Baiklah ucap salsa dinginm tapi setelah itu kau pergi dan jangan ganggu kami lagi, agus tersenyum pelan ia berdiri disisi tempat tidur ibuda salsa yang terbaring tak bertenaga, tubuh Wanita tua itu  tampak semakin kurus kulit nya pucat keabu-abuan, nafasnya tersengal lewat selang oksigen, agus menaruh botol  air itu dimeja kecil dsamping ranjang lalu menutup mata, suara nya lirih tapi dalam penuh ketulusan …”ya tuhan engkau yang memberi hidup enkau pula yang berkuasa mengambilnya jika engkau izinkan sembuhkanlah ibu ini jadikan sakitnya jalan untuk menguatkan hati anaknya, bukan menghancurkanya” para perawat berbisik-bisik  dibelakang, “ gila kali dia…! Gaya nya kayak ustaz tapi Cuma orang jalanan, “ salsa mendengar semua tapi kali ini ia tak menanggapi ia hanya memandangi agus yang menengadahkan tangan dengan cara berdoa yang begitu sederhana tidak berlebihan, tidak dibuat-buat  seolah benar-benar berbicara langsung dengan langit.

Beberapa menit kemudian agus membuka mata “ sudah katanya singkat” ia mengambil air dari botol dan menyerahkanya pada salsa, “ air ini hanya air biasa, tapi kalau dokter mau gunakanlah untuk membasuh wajah ibumu, jangan percaya padauk tapi percayalah pada tuhan”, salsa menatap botol itu dengan raut ragu, “ kau pikir ini sulap ini rumah sakit, bukan tempat percobaan spiritual, “ucapnya sinis.

Namun agus hanya tersenyum, “ saya tidak bermain sulap dokter, saya hanya melakukan apa yang diperintahkan hati saya” dan tepat setelah kata-kata itu, sesuatu yang tak terduga terjadi, seorang dokter muda berlari dari ruang observasi sambil membawa hasil pemeriksaan baru ..” Dok..lihat ini..! aktifitas saraf ibu anda tiba-tiba meningkat drastis beberapa menit lalu”, salsa memandang layar ,monitor grafik kecil disana menajak tajam lalu stabil Kembali, itu mungkin Cuma efek alat gumamnya. Salsa mencoba menolak kenyataan yang tak bisa ia jelaskan, agus tak berkata apa-apa ia hanya menatap salsa denga tatapan lembut lalu menunduk izinkan saya pamit dan terimakasih sudah mengizinkan saya berdoa, namun sebelum ia pergi salsa memanggil, tunggu…pria itupun berhenti seketika dan menoleh, “ apa sebenarnya tujuan mu datang kesini, uang, pujian, popularitas, tanya salsa…. Agus pun menggeleng pelan , “ saya hanya datang karena diperintah hati tidak semua hal perlu alasan duniawi dokter, kadang tuhan memanggil seseorang untuk membantu tanpa pamrih, jawab agus penuh dengan keyakinan”. Salsa tersenyum sinis, Kau terlalu untuk dipercaya, dunia tidak berjalan dengan Doa, dunia berjalan dengan ilmu dan kerja keras, agus menatapnya dengan tatapan damai, kalau bgiru katanya pelan biarkan ilmu dan doa Bersama, karena kedua nya datang dari sumber yang sama yaitu Tuhan.

Kata-kata itu membuat dada salsa terasa sesak, ada sesuatu dalam dirinya yang goyah, ia ingin membantah tapi tak sanggup, untuk pertama kalinya peria sederhana itu membuatnya terdiam, malamnya salsa duduk di kursi ruang ICU, ia menatap ibunya yang tertidur tenang sementara ditanganya masih tergenggam botol air pemberian agus,  ia membuka tutupnya, mencium aromanya ternyata hanya air biasa tidak ada yang aneh, tapi entah mengapa air itu terasa menenangkan, dengan hati yang ragu salsa meneteskan sedikiti air ke ujung jarinya, lalu mengusap lembut  dahi ibunya, kalau memang ini Cuma air biasa biarlah tak ada yang terjadi, tapi kalau memang tuhan mau menolong, aku akan berhenti meremehkan siapapun, air matanya jatuh perlahan ia teringat kata-kata ibunya sebelum koma, naak…jangan sombong pada hidup, kadang yang menyembuhkan bukan tangan manusia, malam itu terasa sunyi hanya suara mesin infus dan detak jantung yang berdetak pelan, lalu lampu monitor disisi ranjang berkedip lembut, gerafik jantung prlahan stabil, salsa menatapnya dengan mata terbelalak.

Ia tak ingin percaya tapi hatinya bergetar, ia menatap wajah ibunya, yang kini tampak sedikit tenang lalu mendongak kelangit ruangan seolah berbicara pada susuatu yang selama ini ia abaikan, jika ini jalanmu, tunjukan aku kebenaran diluar jendela hujan turun perlahan membasahi kaca dengan irama lembut yang seolah  membawa pesan rahasia dari langit, dikajauhan berdiri seorang agus pria sederhana, tubuhnya basah kuyup dibawah guyuran hujan, tapi senyum diwajahnya tenang penuh keyakinan, seolah ia tahu, malam itu bukan malam biasa, malam itu Adalah awal dari sebuah keajaiban besar yang akan mengubah dua hati selamanya, pagi harinya sinar matahari menembus jendela ruang ICU, menyoroti wajah lembut soerang Wanita tua yang telah berhari-hari terbaring tanpa kesadaran, disampingnya salsa sang putri masih duduk dikursinya, matanya sembab, tubuhnya letih karena semalaman tak tidur, ditanganya botol air mineral yang diberi agus sudah hampir kosong, Ketika seorang suster masuk memeriksa alat monitor, tiba-tiba..suara lirih terdengar dari ranjang, salsa terlonjak kaget, ia menatap ibunya yang perlahan membuka mata, suara itu pelan tapi penuh kesadaran, ibu…suaranya bergetar, ibu sadar, astaga…ibu sadar, suster buru-buru  memanggil dokter jaga, dalam hitungan detik ruangan itu ramai oleh tim medis, mereka memeriksa tekanan darah, denyut jantung hingga reaksi pupil, dan hasilnya sungguh diluar logika.

Bersambung...***


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

PUISI

CERITA

UMT.CSH

Saya Ikhlas Jadi Istrimu (Ketika Doa Mengalahkan Logika) Bagian -2

Cerepen Bagian 2 Peria itu Bernama Agus hanya mengangguk ia berdiri sambil menutup mata dan mulai berdoa pelan taka da jampi atau pun matra ...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.