Ini
mustahil gumam dokter jaga, semalam saja ginjal nya nyaris tak berfungsi sekarang
malah normal Kembali, salsa terpaku tanganya gemetar saat memegang tangan
ibunya, ini salsa…ibu sadar ya ..aku disini bu…sang ibu tersenyum lemah jangan
menangis nak ibu hanya tertidur lama tangis salsa pun pecah, ia memeluk ibunya
erat, tak peduli dengan dokter dan perawat disekitarnya, suasana sontak menjadi
hening, semua yang menyaksikan hanya bisa terdiam antara kagum dan bingung,
beberapa jam kemudian kabar kesembuhan itu menyebar keseluruh ruang rumah
sakit, para perawat yang kemaren mentertawakan Agus mulai berbisik takjub
katanya ibu dokter itu Cuma punya waktu dua hari lagi, tapi sekarang bisa
senyum, jangan-jangan beneran karena doa orang lusuh itu.
Agus…..panggil
salsa dari kejauhan, peria itu menoleh sedikit terkejut lalu berjalan mendekat,
“ Dokter sasla..?” saya tak menyangka
anda datang ketempat seperti ini, salsa
menatap nya tajam, “ aku harus tahu, apa yang sebenarnya kau lakukan pada
ibuku, agus hanya tersenyum samar …’saya tak melakukan apa-apa dokter, hanya berdoa, selebihnya tuhan yang
berkerja, jangan berbicara semua ini kebetulan, aku dokter, aku tahu penyakit
ibu ku tidak bisa sembuh secepat itu..”sambut salsa”. Agus menatap dalam suaranya
tenang tapi menusuk hati, mungkin karena kau seorang dokter, kau jadi sulit
peraya bahwa mukjizat itu nyata, salsa terdiam…”
Kata-kata
itu mengguncang sesuatu dalam dirinya, aku tidak ingin percaya buta pada hal yang tak bisa dijelaskan..ya tapi
kau juga takbisa menolak kebenaran yang terjadi didepan matamu, “ balas agus
lembut.”…hening angin sore berhembus membawa aroma tanah basah, diantara
kesunyian itu salsa memandangi pria dengan pakaian lusuh itu, namun dibalik
kesederhanaanya itu ada wibawa kedamaian yang sulit di jelaskan, kau
benar-benar tidak ingin apapun dari ku…”tanya salsa pelan”, Agus menggeleng,
tidak saya bahkan sudah mendapatkan lebih dari cukup.. lebih dari cukup “sambut
salsa” Agus pun tersenyum, sambil menatap seorang anak kecil yang memeluk
ibunya dipinggir jalan , melihat seorang anak bisa memeluk ibunya lagi itu
sudah lebih dari cukup “jawab agus dengan tegas”
Kata-kata
itu membuat mata salsa berair, ia berusaha tersenyum tapi dadanya sesak, kau
peria aneh agus…” sambut salsa Kembali” dan kau dokter keras kepal, “ balasan
agus sambil tertawa kecil”, mereka
sama-sama terdiam habnya suara kendaraan dan Langkah orang yang berlalu Lalang
disekitar, namun diantara diam itu ada sesuatu yang berubah, dinding
kesombongan di hati salsa mulai retak, malam nya salsa Kembali kerumah sakit,
ia menatap ibunya yang kini sudah bisa duduk di ranjang, wajahnya cerah matanya
bersinar, bu,,, aku ingin minta maaf..aku terlalu sombong, terlalu percaya pada
ilmu dan lupa bahwa ada kekuatan lain diatas segalanya…”ucap salsa didepan
ibunya”, sang ibu pun tersenyum lembut, itu artinya kamu sudah belajar nak,
tuhan selalu punya cara lembut untuk menegur anak yang dicintainya.
Salsa
menggengam tangan ibunya erat-erat, aku ingin berterimakasih pada orang itu,
pada agus,, pergilah nak “tegas sang ibu” dan jangan berterimakasih, lihatlah
dia dengan hati, kata-kata it uterus terngiang di telinganya, diluar jendela
hujan Kembali turun perlahan dan diantara gemericik nya salsa memejamkan mata,
bukan lagi dalam kesedihan tapi dalam perasaan yang baru tumbuh dihatinya,
sebuah rasa kagum yang perlahan berubah menjadi cinta, beberapa hari telah pun
berlalu sejak keajaiban itu mengguncang hati semua orang, kondisi ibu salsa
kini semakin membaik, luka-luka ditubuhnya perlahan mengering, nafasnya mulai
teratur bahkan sesekali ia tertawa kecil, sambil membaca buku ditaman rumah
sakit, pemandangan yang dulu dianggap mustahil kini nyata didepan mata, para
dokter takjub, kepala rumah sakitpun turun tangan memeriksa ulang semua hasil
laboratorium, mencoba mencari logika yang bisa menjelaskan kecepatan pemulihan
sang pasien namun salsa meski bersyukur tidak bisa tenang, dibalik rasa Bahagia
nya ada satu tanya besar yang terus menggantung di hatinya, bagaiman semua ini
bisa terjadi.
Agus
sosok peria sederhana datang dengan tanpa pamrih, tanpa niat ingin dikenal,
sore itu salsa akhirnya memanggil agus kerumah sakit, ia ingin mendengar
semuanya langsung dari mulut peria itu, agus pun datang mengenakan pakaian
bersih meski sederhana, rambutnya sedikit lebih rapi tapi aura tenang nya tetap
sama, para perawat yang dulu menertawakanya kini menunduk malu, beberapa bakan
menyapa dengan sopan, Ketika ia masuk keruang dokter salsa, suasana langsung
hening hanya terdengar detakan jam dan hembusan pendingin udara, silakan duduk
“ucap salsa” agus menunduk sopan lalu duduk tanpa banyak bicara, “ kau tau
kenapa aku memanggilmu”…tanya salsa dengan nada dingin. Mungkin karena hatimu
belum percaya “jawab agus pelan”..salsa menghela nafas Panjang, aku tidak bisa
menerima ini begitu saja, ibu ku sakit bertahun-tahun, semua dokter terbaik
menyerah, tapi tiba-tiba dia sembuh dan yang melakukanya hanyalah doa seorang
peria lusuh seperti kamu, agus tersenyum
kecil….
Saya
tidak punya kuasa apapun dokter, kalau tuhan ingin sesuatu terjadi dia hanya
berkata jadilah.., salsa menatapnya tajam.. lalu bagaiman kau tahu, mengapa
tepat disaat kau datang ibuku sadar, agus terdiam sejenak sebelum menjawab,
karena saya hanya mendengar panggilan hati, kadang hati tau yang tak bisa
dijelaskan oleh kepala, kata-kata itu membuat salsa terdiam, tanganya
mengenggam erat ujung jaz putihnya sendiri, lalu entah karena ego yang masih
membara atau rasa penasaran yang menekan dada, salsa berkata dengan nada
menantang….” Kalu kau memang sehebat itu sembuhkan ibuku sepenuhnya”..buat dia
berjalan lagi, buat dia tertawa seperti dulu, kalau kau bisa aku akan membalas
budi dengan sesuatu yang besar, agus menatapnya dengan tatapan teduh, balasan
bukan hal yang ku cari, ..aku serius …”salsa menegaskan..” aku akan beri
apapun, uang, rumah jabatan, semuanya, tapi kalau kau gagal kau harus pergi
dari hidupku dan jangan pernah muncul lagi.
Suasanapun
menjadi beku, waktu seakan berhenti, agus memandangi salsa lama, matanya tak
menunjukan kemarahan sedikitpun, janji Adalah hal yang berat dokter….jangan
ucapkan kalau hanya untuk menantang, “ balas agus dengan tenang”.. aku tidak
takut janji ..jawab salsa dingin, aku hanya ingin membuktikan, bahwa semua ini
kebetulan belaka, aguspun Kembali tersenyum tenang, kalau begitu baiklah aku
terima, tapi ingat bukan aku yang menyembuhkan, aku hanya perantara..
Bersambung...***








Tidak ada komentar:
Posting Komentar