NUansa.UMT

Saya Ikhlas Jadi Istrimu (Ketika Doa Mengalahkan Logika) Bagian -3

Cerepen Bagian 3

Ini mustahil gumam dokter jaga, semalam saja ginjal nya nyaris tak berfungsi sekarang malah normal Kembali, salsa terpaku tanganya gemetar saat memegang tangan ibunya, ini salsa…ibu sadar ya ..aku disini bu…sang ibu tersenyum lemah jangan menangis nak ibu hanya tertidur lama tangis salsa pun pecah, ia memeluk ibunya erat, tak peduli dengan dokter dan perawat disekitarnya, suasana sontak menjadi hening, semua yang menyaksikan hanya bisa terdiam antara kagum dan bingung, beberapa jam kemudian kabar kesembuhan itu menyebar keseluruh ruang rumah sakit, para perawat yang kemaren mentertawakan Agus mulai berbisik takjub katanya ibu dokter itu Cuma punya waktu dua hari lagi, tapi sekarang bisa senyum, jangan-jangan beneran karena doa orang lusuh itu.

Sore itu salsa berdiri dibalkon lantai tiga, ia menatap taman yang masih basah sisa hujan, aroma tanah yang segar memenuhi udara dan satu nama terus berputar dikepalanya ya tu “ Agus”, pria yang datang tanpa data, tanpa identitas, tanpa pamrih, tapi sejak kedatangan nya keajaiban terjadi, ia harus menemukanya, salsa pun bergegas meminta sopirnya untuk mengantarkan ke tempat Dimana pertama kali ia bertemu Agus, sebuah pasar tua dekat jembatan kecil, tempat itu kumuh, berlumpur dan aroma sisa sayur basi, tapi disanalah ia melihat sosok itu, agus sedang membantu seorang nenek menyeberangi jalan, senyum nya masih sama, tenah, damai dan sederhana.

Agus…..panggil salsa dari kejauhan, peria itu menoleh sedikit terkejut lalu berjalan mendekat, “ Dokter sasla..?”  saya tak menyangka anda datang ketempat seperti ini,  salsa menatap nya tajam, “ aku harus tahu, apa yang sebenarnya kau lakukan pada ibuku, agus hanya tersenyum samar …’saya tak melakukan apa-apa  dokter, hanya berdoa, selebihnya tuhan yang berkerja, jangan berbicara semua ini kebetulan, aku dokter, aku tahu penyakit ibu ku tidak bisa sembuh secepat itu..”sambut salsa”. Agus menatap dalam suaranya tenang tapi menusuk hati, mungkin karena kau seorang dokter, kau jadi sulit peraya bahwa mukjizat itu nyata, salsa terdiam…”

Kata-kata itu mengguncang sesuatu dalam dirinya, aku tidak ingin percaya buta  pada hal yang tak bisa dijelaskan..ya tapi kau juga takbisa menolak kebenaran yang terjadi didepan matamu, “ balas agus lembut.”…hening angin sore berhembus membawa aroma tanah basah, diantara kesunyian itu salsa memandangi pria dengan pakaian lusuh itu, namun dibalik kesederhanaanya itu ada wibawa kedamaian yang sulit di jelaskan, kau benar-benar tidak ingin apapun dari ku…”tanya salsa pelan”, Agus menggeleng, tidak saya bahkan sudah mendapatkan lebih dari cukup.. lebih dari cukup “sambut salsa” Agus pun tersenyum, sambil menatap seorang anak kecil yang memeluk ibunya dipinggir jalan , melihat seorang anak bisa memeluk ibunya lagi itu sudah lebih dari cukup “jawab agus dengan tegas”

Kata-kata itu membuat mata salsa berair, ia berusaha tersenyum tapi dadanya sesak, kau peria aneh agus…” sambut salsa Kembali” dan kau dokter keras kepal, “ balasan agus sambil tertawa kecil”,  mereka sama-sama terdiam habnya suara kendaraan dan Langkah orang yang berlalu Lalang disekitar, namun diantara diam itu ada sesuatu yang berubah, dinding kesombongan di hati salsa mulai retak, malam nya salsa Kembali kerumah sakit, ia menatap ibunya yang kini sudah bisa duduk di ranjang, wajahnya cerah matanya bersinar, bu,,, aku ingin minta maaf..aku terlalu sombong, terlalu percaya pada ilmu dan lupa bahwa ada kekuatan lain diatas segalanya…”ucap salsa didepan ibunya”, sang ibu pun tersenyum lembut, itu artinya kamu sudah belajar nak, tuhan selalu punya cara lembut untuk menegur anak yang dicintainya.

Salsa menggengam tangan ibunya erat-erat, aku ingin berterimakasih pada orang itu, pada agus,, pergilah nak “tegas sang ibu” dan jangan berterimakasih, lihatlah dia dengan hati, kata-kata it uterus terngiang di telinganya, diluar jendela hujan Kembali turun perlahan dan diantara gemericik nya salsa memejamkan mata, bukan lagi dalam kesedihan tapi dalam perasaan yang baru tumbuh dihatinya, sebuah rasa kagum yang perlahan berubah menjadi cinta, beberapa hari telah pun berlalu sejak keajaiban itu mengguncang hati semua orang, kondisi ibu salsa kini semakin membaik, luka-luka ditubuhnya perlahan mengering, nafasnya mulai teratur bahkan sesekali ia tertawa kecil, sambil membaca buku ditaman rumah sakit, pemandangan yang dulu dianggap mustahil kini nyata didepan mata, para dokter takjub, kepala rumah sakitpun turun tangan memeriksa ulang semua hasil laboratorium, mencoba mencari logika yang bisa menjelaskan kecepatan pemulihan sang pasien namun salsa meski bersyukur tidak bisa tenang, dibalik rasa Bahagia nya ada satu tanya besar yang terus menggantung di hatinya, bagaiman semua ini bisa terjadi.

Agus sosok peria sederhana datang dengan tanpa pamrih, tanpa niat ingin dikenal, sore itu salsa akhirnya memanggil agus kerumah sakit, ia ingin mendengar semuanya langsung dari mulut peria itu, agus pun datang mengenakan pakaian bersih meski sederhana, rambutnya sedikit lebih rapi tapi aura tenang nya tetap sama, para perawat yang dulu menertawakanya kini menunduk malu, beberapa bakan menyapa dengan sopan, Ketika ia masuk keruang dokter salsa, suasana langsung hening hanya terdengar detakan jam dan hembusan pendingin udara, silakan duduk “ucap salsa” agus menunduk sopan lalu duduk tanpa banyak bicara, “ kau tau kenapa aku memanggilmu”…tanya salsa dengan nada dingin. Mungkin karena hatimu belum percaya “jawab agus pelan”..salsa menghela nafas Panjang, aku tidak bisa menerima ini begitu saja, ibu ku sakit bertahun-tahun, semua dokter terbaik menyerah, tapi tiba-tiba dia sembuh dan yang melakukanya hanyalah doa seorang peria lusuh seperti kamu,  agus tersenyum kecil….

Saya tidak punya kuasa apapun dokter, kalau tuhan ingin sesuatu terjadi dia hanya berkata jadilah.., salsa menatapnya tajam.. lalu bagaiman kau tahu, mengapa tepat disaat kau datang ibuku sadar, agus terdiam sejenak sebelum menjawab, karena saya hanya mendengar panggilan hati, kadang hati tau yang tak bisa dijelaskan oleh kepala, kata-kata itu membuat salsa terdiam, tanganya mengenggam erat ujung jaz putihnya sendiri, lalu entah karena ego yang masih membara atau rasa penasaran yang menekan dada, salsa berkata dengan nada menantang….” Kalu kau memang sehebat itu sembuhkan ibuku sepenuhnya”..buat dia berjalan lagi, buat dia tertawa seperti dulu, kalau kau bisa aku akan membalas budi dengan sesuatu yang besar, agus menatapnya dengan tatapan teduh, balasan bukan hal yang ku cari, ..aku serius …”salsa menegaskan..” aku akan beri apapun, uang, rumah jabatan, semuanya, tapi kalau kau gagal kau harus pergi dari hidupku dan jangan pernah muncul lagi.

Suasanapun menjadi beku, waktu seakan berhenti, agus memandangi salsa lama, matanya tak menunjukan kemarahan sedikitpun, janji Adalah hal yang berat dokter….jangan ucapkan kalau hanya untuk menantang, “ balas agus dengan tenang”.. aku tidak takut janji ..jawab salsa dingin, aku hanya ingin membuktikan, bahwa semua ini kebetulan belaka, aguspun Kembali tersenyum tenang, kalau begitu baiklah aku terima, tapi ingat bukan aku yang menyembuhkan, aku hanya perantara..

Bersambung...***

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

PUISI

CERITA

UMT.CSH

Saya Ikhlas Jadi Istrimu (Ketika Doa Mengalahkan Logika) Bagian -3

Cerepen Bagian 3 Ini mustahil gumam dokter jaga, semalam saja ginjal nya nyaris tak berfungsi sekarang malah normal Kembali, salsa terpaku t...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.