NUansa.UMT

Di Ballik Gelar ada keteladanan.

motivasi dan informasi

Gelar akademik akhirnya disandang oleh seorang sahabat baik ku di Negeri Bertuah, pada salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di bumi Melayu. Namanya Suseno. Meskipun intensitas pertemuan kami tidak terlalu sering, namun hubungan yang terjalin di antara kami telah melampaui batas-batas pergaulan biasa. Kedekatan itu tumbuh secara alamiah dan perlahan menyerupai hubungan antara kakak dan adik, akrab, penuh penghormatan, dan dilandasi oleh ketulusan. Persahabatan kami bermula dari sebuah peristiwa sederhana, yakni ketika istri beliau mendapat penugasan di daerah tempat saya bekerja. Dari situlah komunikasi dan interaksi kami mulai terjalin. Seiring berjalannya waktu, saya semakin mengenal sosok beliau, bukan hanya sebagai seorang sahabat, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki karakter dan keteladanan yang patut dihargai.

Dalam penilaian saya, Pak Suseno adalah sosok yang baik, penyabar, dan memiliki kasih sayang yang tulus terhadap sesama. Raut wajahnya selalu memancarkan kesederhanaan dan keteduhan. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang taat dalam menjalankan ibadah serta memiliki kemampuan mengendalikan emosi dengan sangat baik. Sepanjang mengenalnya, saya hampir tidak pernah menyaksikan beliau marah. Bahkan, barangkali tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kesabaran telah menjadi bagian dari karakter yang melekat dalam dirinya.

Bagi saya, kualitas seseorang tidak semata-mata diukur dari gelar akademik saja, melainkan juga dari bagaimana, kedewasaan dalam menerjemahakan keadaan sehingga bisa menjadi tauladan bagi sesame,dan pengalaman tersebut membentuk dalam kepribadiannya. Dalam diri Pak Suseno, saya melihat sebuah perpaduan yang menarik: pencapaian akademik berjalan beriringan dengan kesederhanaan sikap, ketekunan dalam beribadah, ketelatenan dalam menggali ilmu, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Karena itu, ketika hari ini ia menyandang gelar akademik tersebut, saya tidak hanya melihatnya sebagai sebuah pencapaian intelektual, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan hidup seorang sahabat yang selama ini saya kenal sebagai pribadi yang bersahaja. Gelar itu menjadi simbol dari proses panjang yang telah dilaluinya, sementara akhlak dan keteladanannya menjadi nilai yang jauh lebih bermakna dalam kehidupan.

Persahabatan dengan beliau mengajarkan kepada saya bahwa dalam perjalanan hidup, kita tidak selalu membutuhkan banyak orang untuk menjadi berarti. Terkadang, cukup beberapa pribadi yang hadir dengan ketulusan, kesabaran, dan kebaikan, lalu meninggalkan kesan yang mendalam. Pakk Suseno adalah salah satu di antaranya. Bentuk kesederhanaan nya yang membuat saya kagum melihatnya, rasanya ingin sekali saya seperti beliau, tapi rasanya juga sangat jauh berbeda, karena saya suka yang grusah-grusuh (terburu-buru).

Begitu saya mengenal Pak Suseno. Tidak ada kisah persahabatan yang terlalu ramai di antara kami. Kami tidak setiap hari bertemu, tidak pula selalu berbincang panjang tentang berbagai hal dalam keehidupan. Namun, ada kalanya jenis persahabatan yang tidak membutuhkan terlalu banyak pertemuan untuk membuat seseorang merasa dekat. Barangkali, persahabatan kami termasuk di dalamnya. Ada orang-orang yang hadir dalam hidup kita dengan cara yang sederhana. Mereka tidak datang dengan banyak janji, tidak pula berusaha menunjukkan bahwa dirinya istimewa. Namun, semakin kita mengenalnya, semakin kita menyadari bahwa kehadirannya memberikan rasa nyaman.

Saya sering memperhatikan caranya berbicara. Tenang, tidak tergesa-gesa, dan hampir selalu berusaha menjaga perasaan orang yang diajak berbicara. Ia bukan tipe orang yang suka mendominasi percakapan. Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Namun, ketika memberikan pendapat, kata-katanya terasa cukup untuk membuat kita berpikir. Mungkin karena itulah saya merasa nyaman bersahabat dengannya. Tidak ada jarak yang harus dibuat-buat. Tidak ada pula keharusan untuk selalu tampil sempurna di hadapannya. Persahabatan kami berjalan apa adanya, sebagaimana air yang mengalir, tidak gaduh, tetapi terus bergerak.

Sesekali kami bertemu dan berbincang tentang kehidupan. Topiknya pun tidak selalu berat. Kadang hanya tentang pekerjaan, keluarga, pendidikan, atau hal-hal sederhana yang kami temui dalam keseharian. Namun, dari percakapan yang sederhana itu sering kali muncul pelajaran yang tidak sederhana. Berberapa minggu lalu saya beru saja bersilaturahim dikediaman beliau, suguhan sederhana tapi terasa sangat hangat dan bermakna, semakin menjadi persahabatan kami semakin dekat. Sesekali kami membahas pembicaraan tentang perkuliahan dan Pendidikan yang sedang ditempuh, Saya melihat bahwa pendidikan yang ia tempuh telah membawanya pada sebuah pencapaian akademik. Akan tetapi, yang lebih saya kagumi adalah bagaimana pencapaian itu tidak mengubah kesederhanaan dirinya. Ia tetap menjadi Pak Suseno yang saya kenal: ramah, bersahaja, mudah tersenyum, dan tidak banyak menuntut penghormatan dari orang lain.

Bagi saya, inilah salah satu bentuk keberhasilan yang sesungguhnya. Sebab, seseorang boleh saja memperoleh gelar setinggi apa pun, tetapi jika semakin tinggi pendidikan justru membuatnya semakin jauh dari kesederhanaan dan kemanusiaan, maka ada sesuatu yang hilang dalam perjalanan tersebut. Pak Suseno justru menunjukkan hal yang berbeda. Semakin bertambah ilmu dan pengalaman, semakin terlihat keteduhan dalam dirinya. Ia seakan mengajarkan tanpa banyak mengajar, bahwa ilmu yang baik semestinya melahirkan kerendahan hati.

Saya pun bersyukur pernah dipertemukan dengannya. Persahabatan seperti ini mungkin tidak selalu terlihat oleh banyak orang. Tidak ada foto yang selalu bersama, tidak ada pertemuan setiap pekan, dan tidak ada percakapan yang berlangsung setiap hari. Tetapi ada doa yang diam-diam tumbuh di dalam hati, Semoga persahabatan ini tetap menjadi bagian dari kebaikan yang Allah titipkan dalam perjalanan hidup kami. Sebab pada akhirnya, kita tidak pernah benar-benar tahu siapa saja yang akan menetap dalam perjalanan hidup kita. Ada yang hadir hanya sebentar lalu pergi. Ada yang datang membawa kenangan. Ada pula yang hadir dengan cara sederhana, tetapi perlahan menjadi bagian dari keluarga hati.

Terakhir saya ucapkan selamat buat sahabat ku pak suseno atas gelar akadmik yang baru saja diraih, semoga ilmunya berkah dan bermanfaat, sehingga melahirkan karya-karya agung yang bisa dinikmati oleh orang-orang disekelilingnya.


Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

PUISI

CERITA

UMT.CSH

Di Ballik Gelar ada keteladanan.

motivasi dan informasi Gelar akademik akhirnya disandang oleh seorang sahabat baik ku di Negeri Bertuah, pada salah satu perguruan tinggi ne...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.