NUansa.UMT

Ghibah: Luka dari Sebuah Ucapan

Berbicara itu sangat mudah karena tidak memerlukan biaya, berbeda dengan membeli sesuatu yang harus ditebus dengan uang. Namun, yang sulit adalah menjaga lisan dan berpikir sebelum berbicara. Terkadang, perkataan yang tidak pada tempatnya dapat meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi orang yang mendengarnya.Sering kali kita membicarakan kisah dan keadaan orang lain, bahkan saudara kita sendiri. Walaupun apa yang kita sampaikan itu benar, hal tersebut tetap dapat menjadi dosa ghibah. Ghibah adalah membicarakan seseorang tentang sesuatu yang tidak ia sukai apabila perkataan itu sampai kepadanya, meskipun apa yang dibicarakan tersebut benar adanya. Didialam kitab Durotunnasihain disebutkan bahwa Rasulullah SAW, bersabda :

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ

  «أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟» “Tahukah kalian apakah ghibah itu?”

قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. “Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ». “Nabi bersabda, “Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak sukai.”

قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ “Ditanyakan, “Bagaimana jika apa yang saya katakan itu benar ada pada dirinya?”

قَالَ: «إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ». “Nabi menjawab, “Jika memang benar ada padanya maka engkau telah berghibah kepadanya, dan jika tidak ada maka engkau telah memfitnahnya.” (HR,Muslim)

Terkadang lisan kita selalu saja ingin menyebutkan apa yang kita lihat dihadapan, Ketika melihat teman kita tampil agak sedikit berbeda, kita mulai membicarakanya, terkadang juga terjadi hal-hal sepele, sekalipun kita hanya menuturkan kelemahan orang lain, melihat saudara kita yang kurang cerdas, lantas kita menceritkan kepada orang lain , bahkan Ketika ada diantara teman kita yang mulutnya sering disebut “Latur” (lambe Turah), kita sering mengatakan untuk nya “ halleh…si anu itu memang dasar latur”. Dilain waktu juga terjadi Ketika kita melihat kendaraan saudara kita baru, bagus, jelek, atau apa saja kekurangan yang terkait denganya, shingga penuturan kita tentang “ orang itu baju nya kombor, celana nya komrang, tubuh nya kurus dan lain sebagainya, sungguh dosa ghibah ini selalu mengintai kita untuk menjerumuskan kita kedalalm Lembah dosa lisan yang semakin nyata.

Coba kita renungkan diri masing-masing, apakah dosa ghibah sering terjadi dalam kehidupan kita, atau justru kita termasuk orang yang terbiasa melakukannya. Misalnya, ketika melihat seseorang yang bertubuh kurus, kita berkata, “Badannya seperti lidi.” Saat melihat orang yang bertubuh gemuk, kita spontan mengatakan, “Badannya bulat seperti bola.” Bahkan ketika keduanya berjalan bersama, kita bercanda dengan mengatakan, “Lihat, angka 10 sedang berjalan bersama.” Ucapan seperti itu mungkin terdengar sepele dan lucu, tetapi tanpa disadari dapat menyakiti hati orang lain dan termasuk dalam perbuatan ghibah yang harus kita hindari.

Sering kali kita menganggap ucapan seperti itu hanyalah candaan biasa untuk menghidupkan suasana. Padahal, belum tentu orang yang mendengarnya merasa senang. Bisa jadi ia tersenyum di hadapan kita, tetapi hatinya terluka dan merasa direndahkan. Dari sinilah dosa ghibah dan menyakiti sesama dapat muncul tanpa kita sadari. Ghibah tidak selalu berbentuk membicarakan keburukan yang besar. Mengejek fisik, meniru kekurangan orang lain, atau memberi julukan yang tidak baik juga termasuk perbuatan yang harus dijauhi. Islam mengajarkan agar kita menjaga kehormatan sesama muslim sebagaimana kita ingin kehormatan diri kita dijaga oleh orang lain.

Setiap manusia diciptakan Allah dengan keadaan yang berbeda-beda. Ada yang tinggi, pendek, kurus, gemuk, berkulit gelap, atau memiliki kekurangan tertentu. Semua itu bukan untuk dijadikan bahan ejekan, melainkan untuk saling menghargai dan mengenal satu sama lain. Sebab, yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling sempurna fisiknya, tetapi yang paling baik akhlak dan ketakwaannya. Oleh karena itu, sebelum berbicara, hendaknya kita belajar menimbang ucapan dengan hati dan akal. Jika perkataan itu berpotensi menyakiti orang lain, lebih baik ditahan. Biasakan lisan untuk berkata baik, memberi semangat, dan menjaga perasaan sesama. Karena satu ucapan yang baik dapat menguatkan hati seseorang, sedangkan satu ucapan yang buruk bisa membekas sangat lama dalam ingatannya.

Dikisahkan dari Abu Umamah  Al Bahili ia berkata “ bahawasaya seorang hamba kelak di hari kiamat. Ketika diserahkan buku catatan amal nya, ia melihat adanya kebaikan yang dia sendiri merasa tidak melakukanya, sahutnya : “ya Allah, dari manakah kebaikan yang diserahkan kepada ku ini? Kemudaian Allah pun menjawab :” ini lah amal orang yang dulu menggunjingmu Dimana enkau sendiri tidak merasa berbuat” itulah sebabanya ada cerita bahwa hasan bahsri Ketika diberitahu oleh seseorang. Bahwa dirinya digunjing oleh seseorang yang lain, maka hasan bashri pun segera mengantarkan hadiah berharga kepada orang yang menggunjing nya itu.

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa ghibah bukanlah dosa yang ringan. Saat seseorang membicarakan keburukan orang lain, ia tidak hanya menyakiti hati saudaranya, tetapi juga bisa kehilangan pahala amal baik yang telah susah payah ia kumpulkan. Pahala itu justru berpindah kepada orang yang digunjing. Karena memahami bahaya ghibah, Hasan al-Bashri pernah memberikan contoh akhlak yang sangat mulia.  Ketika Suatu hari beliau diberitahu bahwa ada seseorang yang menggunjing dirinya. Mendengar hal itu, Hasan al-Bashri justru mengirimkan hadiah berharga kepada orang tersebut. Ketika ditanya mengapa beliau melakukan itu, Hasan al-Bashri ingin menunjukkan bahwa orang yang menggunjing dirinya telah “memberikan” pahala kepadanya. Maka beliau merasa perlu berterima kasih atas pahala yang diterimanya. Dari kisah ini kita belajar bahwa menjaga lisan adalah perkara yang sangat penting. Jangan sampai karena ucapan yang dianggap sepele, pahala amal kita berpindah kepada orang lain. Sebaliknya, biasakanlah lisan untuk berkata baik, menasihati dengan lembut, dan mendoakan sesama agar hidup menjadi lebih berkah dan penuh persaudaraan.

 



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

PUISI

CERITA

UMT.CSH

Ghibah: Luka dari Sebuah Ucapan

Berbicara itu sangat mudah karena tidak memerlukan biaya, berbeda dengan membeli sesuatu yang harus ditebus dengan uang. Namun, yang sulit a...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.