NUansa.UMT

Mengetuk Damai Bukan Mengutuk Perbedaan

Bebrapa hari ini saya melihat banyak sekali Pelajaran penting yang bisa diambil hikmah dari setiap kejadian yang ada disekililing kita. Diselatpanjang yang lebih dikenal kota sagu ada tradisi yang mengusik perhatian diberbagai wilayah di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara, sekala nya tidak tanggung-tanggung, pengunjung nya ada dari berbagai negara, seperti Singapura, Vietnam, Australiya, jepang, korea bahkan dari negeri Cina juga hadir disini, dan masih banyak negara-negara lain yang berkunjung ke selatpanjang untuk menyaksikan dan menikmati Festival perang air (Cian Cui).

Saya secara pribadi tidak mempermasalahkan Festival Perang Air yang ada diselatpanjang, justru itu Adalah icon untuk mengenalkan Daerah ke penjuru dunia, dengan adanya Festival Perang Air, perputaran Ekonomi Masyarakat dan daerah meningkat secara drastis, tentu ini akan membawa dampak positif dalam tatanan sosial, tidak terlepas dari itu juga pasti ada pendapat lain yang berargumen akan timbul sisi negative, tapi itu wajar penapat natizen ini bisa diilustrasikan seperti sebilah palu, satu sisi bisa berfungsi untuk Mengetuk, namun disisi lain bisa jadi Mengutuk, di sisi yang berbeda juga bisa menjadi Solusi dari bebapa permaslahan, bisa digunakan untuk mencabut paku sehingga memisahkan diantara jajaran papan, juga bisa mengetuk paku untuk mengeratkan jajaran papan yang terpisah, ada beberapa persoalan di Masyarakat yang timbul akibat Festival Perang Air di Selatpanjang, tapi saya fikir hanya minoritas saja.

Saya hanya melihat dari sisi positif nya saja, tidak berani menilai dari sisi negative, karena masing-masing persepektif pasti menimbulkan perbedaan dan itu wajar selaku manusia, bagi saya selama itu menimbulkan kemaslahatan untuk ummat beragama dalam keberagaman berbangsa dan bernegara tidak lah menjadi probelmatika urgen, selama kita masih menyimpan rasa saling pengertian dan memahami. Hari ini saya membuka album yang sudah tersimpan bebrapa bulan lalu dalam memori Ponsel, saya melihat beberapa anak sedang duduk bermain Bersama, bergembira, tanpa ada dinding pembatas perbedaan latar belakang, karena dalam dunia mereka isinya hanya keasyikan bermain dan bisa tertawa lepas tanpa beban.

Wajah-wajah kecil itu memancarkan senyum yang tulus, tanpa sekat, tanpa prasangka. Mereka berbeda dalam penampilan, berbeda dalam gaya, tetapi duduk berdampingan dalam kebersamaan yang indah. Pemandangan sederhana itu seakan menjadi gambaran nyata dari firman Allah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…” (QS. Al-Hujurat: 13)

Dalam keyakinan umat muslim mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk menjauh, melainkan jembatan untuk saling memahami. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, tetapi menghormati dan hidup berdampingan dengan damai. Seperti ketiga anak itu, mereka duduk bersama tanpa mempertanyakan latar belakang satu sama lain. Yang ada hanyalah tawa, persahabatan, dan rasa aman, Rasulullah ﷺ telah memberi teladan tentang indahnya toleransi. Di Madinah, beliau hidup berdampingan dengan berbagai suku dan agama. Beliau menjaga hak-hak mereka, melindungi mereka, dan mencontohkan akhlak yang lembut. Karena toleransi dalam Islam lahir dari iman dan akhlak mulia.

Di kehidupan sehari-hari, toleransi bisa dimulai dari hal kecil: menghargai teman yang berbeda, tidak mengejek kebiasaan orang lain, serta menjaga lisan agar tidak melukai. Toleransi adalah wujud kasih sayang, dan kasih sayang adalah inti ajaran Islam, bahakan dalam setiap agama mengajarkan tentang kebaikan, dan kasih sayang, Anak-anak itu mungkin belum memahami makna besar dari kebersamaan mereka. Namun senyum mereka telah mengajarkan satu pelajaran penting,  bahwa dunia akan terasa lebih damai ketika hati dipenuhi sikap saling menghormati. Indahnya toleransi adalah ketika kita tetap teguh pada keyakinan, namun tetap lapang dalam pergaulan. Karena sejatinya, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, menghadirkan kedamaian, bukan permusuhan; menumbuhkan persaudaraan, bukan perpecahan.


Share:

Saya Ikhlas Jadi Istrimu (Ketika Doa Mengalahkan Logika) Bagian -3

Cerepen Bagian 3

Ini mustahil gumam dokter jaga, semalam saja ginjal nya nyaris tak berfungsi sekarang malah normal Kembali, salsa terpaku tanganya gemetar saat memegang tangan ibunya, ini salsa…ibu sadar ya ..aku disini bu…sang ibu tersenyum lemah jangan menangis nak ibu hanya tertidur lama tangis salsa pun pecah, ia memeluk ibunya erat, tak peduli dengan dokter dan perawat disekitarnya, suasana sontak menjadi hening, semua yang menyaksikan hanya bisa terdiam antara kagum dan bingung, beberapa jam kemudian kabar kesembuhan itu menyebar keseluruh ruang rumah sakit, para perawat yang kemaren mentertawakan Agus mulai berbisik takjub katanya ibu dokter itu Cuma punya waktu dua hari lagi, tapi sekarang bisa senyum, jangan-jangan beneran karena doa orang lusuh itu.

Sore itu salsa berdiri dibalkon lantai tiga, ia menatap taman yang masih basah sisa hujan, aroma tanah yang segar memenuhi udara dan satu nama terus berputar dikepalanya ya tu “ Agus”, pria yang datang tanpa data, tanpa identitas, tanpa pamrih, tapi sejak kedatangan nya keajaiban terjadi, ia harus menemukanya, salsa pun bergegas meminta sopirnya untuk mengantarkan ke tempat Dimana pertama kali ia bertemu Agus, sebuah pasar tua dekat jembatan kecil, tempat itu kumuh, berlumpur dan aroma sisa sayur basi, tapi disanalah ia melihat sosok itu, agus sedang membantu seorang nenek menyeberangi jalan, senyum nya masih sama, tenah, damai dan sederhana.

Agus…..panggil salsa dari kejauhan, peria itu menoleh sedikit terkejut lalu berjalan mendekat, “ Dokter sasla..?”  saya tak menyangka anda datang ketempat seperti ini,  salsa menatap nya tajam, “ aku harus tahu, apa yang sebenarnya kau lakukan pada ibuku, agus hanya tersenyum samar …’saya tak melakukan apa-apa  dokter, hanya berdoa, selebihnya tuhan yang berkerja, jangan berbicara semua ini kebetulan, aku dokter, aku tahu penyakit ibu ku tidak bisa sembuh secepat itu..”sambut salsa”. Agus menatap dalam suaranya tenang tapi menusuk hati, mungkin karena kau seorang dokter, kau jadi sulit peraya bahwa mukjizat itu nyata, salsa terdiam…”

Kata-kata itu mengguncang sesuatu dalam dirinya, aku tidak ingin percaya buta  pada hal yang tak bisa dijelaskan..ya tapi kau juga takbisa menolak kebenaran yang terjadi didepan matamu, “ balas agus lembut.”…hening angin sore berhembus membawa aroma tanah basah, diantara kesunyian itu salsa memandangi pria dengan pakaian lusuh itu, namun dibalik kesederhanaanya itu ada wibawa kedamaian yang sulit di jelaskan, kau benar-benar tidak ingin apapun dari ku…”tanya salsa pelan”, Agus menggeleng, tidak saya bahkan sudah mendapatkan lebih dari cukup.. lebih dari cukup “sambut salsa” Agus pun tersenyum, sambil menatap seorang anak kecil yang memeluk ibunya dipinggir jalan , melihat seorang anak bisa memeluk ibunya lagi itu sudah lebih dari cukup “jawab agus dengan tegas”

Kata-kata itu membuat mata salsa berair, ia berusaha tersenyum tapi dadanya sesak, kau peria aneh agus…” sambut salsa Kembali” dan kau dokter keras kepal, “ balasan agus sambil tertawa kecil”,  mereka sama-sama terdiam habnya suara kendaraan dan Langkah orang yang berlalu Lalang disekitar, namun diantara diam itu ada sesuatu yang berubah, dinding kesombongan di hati salsa mulai retak, malam nya salsa Kembali kerumah sakit, ia menatap ibunya yang kini sudah bisa duduk di ranjang, wajahnya cerah matanya bersinar, bu,,, aku ingin minta maaf..aku terlalu sombong, terlalu percaya pada ilmu dan lupa bahwa ada kekuatan lain diatas segalanya…”ucap salsa didepan ibunya”, sang ibu pun tersenyum lembut, itu artinya kamu sudah belajar nak, tuhan selalu punya cara lembut untuk menegur anak yang dicintainya.

Salsa menggengam tangan ibunya erat-erat, aku ingin berterimakasih pada orang itu, pada agus,, pergilah nak “tegas sang ibu” dan jangan berterimakasih, lihatlah dia dengan hati, kata-kata it uterus terngiang di telinganya, diluar jendela hujan Kembali turun perlahan dan diantara gemericik nya salsa memejamkan mata, bukan lagi dalam kesedihan tapi dalam perasaan yang baru tumbuh dihatinya, sebuah rasa kagum yang perlahan berubah menjadi cinta, beberapa hari telah pun berlalu sejak keajaiban itu mengguncang hati semua orang, kondisi ibu salsa kini semakin membaik, luka-luka ditubuhnya perlahan mengering, nafasnya mulai teratur bahkan sesekali ia tertawa kecil, sambil membaca buku ditaman rumah sakit, pemandangan yang dulu dianggap mustahil kini nyata didepan mata, para dokter takjub, kepala rumah sakitpun turun tangan memeriksa ulang semua hasil laboratorium, mencoba mencari logika yang bisa menjelaskan kecepatan pemulihan sang pasien namun salsa meski bersyukur tidak bisa tenang, dibalik rasa Bahagia nya ada satu tanya besar yang terus menggantung di hatinya, bagaiman semua ini bisa terjadi.

Agus sosok peria sederhana datang dengan tanpa pamrih, tanpa niat ingin dikenal, sore itu salsa akhirnya memanggil agus kerumah sakit, ia ingin mendengar semuanya langsung dari mulut peria itu, agus pun datang mengenakan pakaian bersih meski sederhana, rambutnya sedikit lebih rapi tapi aura tenang nya tetap sama, para perawat yang dulu menertawakanya kini menunduk malu, beberapa bakan menyapa dengan sopan, Ketika ia masuk keruang dokter salsa, suasana langsung hening hanya terdengar detakan jam dan hembusan pendingin udara, silakan duduk “ucap salsa” agus menunduk sopan lalu duduk tanpa banyak bicara, “ kau tau kenapa aku memanggilmu”…tanya salsa dengan nada dingin. Mungkin karena hatimu belum percaya “jawab agus pelan”..salsa menghela nafas Panjang, aku tidak bisa menerima ini begitu saja, ibu ku sakit bertahun-tahun, semua dokter terbaik menyerah, tapi tiba-tiba dia sembuh dan yang melakukanya hanyalah doa seorang peria lusuh seperti kamu,  agus tersenyum kecil….

Saya tidak punya kuasa apapun dokter, kalau tuhan ingin sesuatu terjadi dia hanya berkata jadilah.., salsa menatapnya tajam.. lalu bagaiman kau tahu, mengapa tepat disaat kau datang ibuku sadar, agus terdiam sejenak sebelum menjawab, karena saya hanya mendengar panggilan hati, kadang hati tau yang tak bisa dijelaskan oleh kepala, kata-kata itu membuat salsa terdiam, tanganya mengenggam erat ujung jaz putihnya sendiri, lalu entah karena ego yang masih membara atau rasa penasaran yang menekan dada, salsa berkata dengan nada menantang….” Kalu kau memang sehebat itu sembuhkan ibuku sepenuhnya”..buat dia berjalan lagi, buat dia tertawa seperti dulu, kalau kau bisa aku akan membalas budi dengan sesuatu yang besar, agus menatapnya dengan tatapan teduh, balasan bukan hal yang ku cari, ..aku serius …”salsa menegaskan..” aku akan beri apapun, uang, rumah jabatan, semuanya, tapi kalau kau gagal kau harus pergi dari hidupku dan jangan pernah muncul lagi.

Suasanapun menjadi beku, waktu seakan berhenti, agus memandangi salsa lama, matanya tak menunjukan kemarahan sedikitpun, janji Adalah hal yang berat dokter….jangan ucapkan kalau hanya untuk menantang, “ balas agus dengan tenang”.. aku tidak takut janji ..jawab salsa dingin, aku hanya ingin membuktikan, bahwa semua ini kebetulan belaka, aguspun Kembali tersenyum tenang, kalau begitu baiklah aku terima, tapi ingat bukan aku yang menyembuhkan, aku hanya perantara..

Bersambung...***

Share:

Saya Ikhlas Jadi Istrimu (Ketika Doa Mengalahkan Logika) Bagian -2

Cerepen Bagian 2

Peria itu Bernama Agus hanya mengangguk ia berdiri sambil menutup mata dan mulai berdoa pelan taka da jampi atau pun matra hanya bisikan lembut yang nyaris tak terdengar, tapi entah mengapa udara sekitar seolah berubah, hangat, tenang, salsa menatapnya dengan perasaan campur aduk, kesal tapi juga penasaran, didalam hatinya mucul bisikan halus sesuatu yang tak bisa dijrlaskan oleh logika atau ilmu, untuk pertama kalinya sejak ibunya jatuh sakit salsa tidak marah, tidak menolak dan tidak menangis, ia hanya diam menatap pria asing itu berdoa untuk ibunya dan tanpa sadar sebuah harapan kecil mulai tumbuh di hatinya, hari itu langit Jakarta mendung,  dengan tiba-tiba aroma hujan menggantung diudara, dihalaman rumah sakit peria berpakaian lumuh itu Kembali datang, baju nya masih sederhana, rambutnya berantakan tapi matanya memancarkan ketenangan yang sulirt dijelaskan ia membawa sebuah botol berisi Air dan ramuan herbal tradisional, para perawat langsung berbsisik, itu orang kemaren masih berani datang lagi, ujar yang lain dengan nada mengejek, salsa yang duduk dikursi dekat ruang ICU, menghela nafas Panjang Ketika melihat sosok itu muncul lagi, “ kau lagi, katanya pelan tapi tajam, aku sudah bilang taka da yang bisa kau lakukan disini”, agus pun menunduk sopan, “ saya tau dokter, tapi izinkan saya berdoa untuk ibumu sekali lagi, hanya sebentar, saya tidak akan menyentuh apapun,” nada suaranya lembut tapi mengandung keyakinan yang sulit abaikan, salsa menatapnya lama, antara kesal dan heran, entah mengapa hatinya tak sanggup lagi mengusir peri aitu mungkin karena wajah agus terlihat tulus, atau mungkin karena rasa putus asa yang perlahan melahap hatinya dari dalam.

Baiklah ucap salsa dinginm tapi setelah itu kau pergi dan jangan ganggu kami lagi, agus tersenyum pelan ia berdiri disisi tempat tidur ibuda salsa yang terbaring tak bertenaga, tubuh Wanita tua itu  tampak semakin kurus kulit nya pucat keabu-abuan, nafasnya tersengal lewat selang oksigen, agus menaruh botol  air itu dimeja kecil dsamping ranjang lalu menutup mata, suara nya lirih tapi dalam penuh ketulusan …”ya tuhan engkau yang memberi hidup enkau pula yang berkuasa mengambilnya jika engkau izinkan sembuhkanlah ibu ini jadikan sakitnya jalan untuk menguatkan hati anaknya, bukan menghancurkanya” para perawat berbisik-bisik  dibelakang, “ gila kali dia…! Gaya nya kayak ustaz tapi Cuma orang jalanan, “ salsa mendengar semua tapi kali ini ia tak menanggapi ia hanya memandangi agus yang menengadahkan tangan dengan cara berdoa yang begitu sederhana tidak berlebihan, tidak dibuat-buat  seolah benar-benar berbicara langsung dengan langit.

Beberapa menit kemudian agus membuka mata “ sudah katanya singkat” ia mengambil air dari botol dan menyerahkanya pada salsa, “ air ini hanya air biasa, tapi kalau dokter mau gunakanlah untuk membasuh wajah ibumu, jangan percaya padauk tapi percayalah pada tuhan”, salsa menatap botol itu dengan raut ragu, “ kau pikir ini sulap ini rumah sakit, bukan tempat percobaan spiritual, “ucapnya sinis.

Namun agus hanya tersenyum, “ saya tidak bermain sulap dokter, saya hanya melakukan apa yang diperintahkan hati saya” dan tepat setelah kata-kata itu, sesuatu yang tak terduga terjadi, seorang dokter muda berlari dari ruang observasi sambil membawa hasil pemeriksaan baru ..” Dok..lihat ini..! aktifitas saraf ibu anda tiba-tiba meningkat drastis beberapa menit lalu”, salsa memandang layar ,monitor grafik kecil disana menajak tajam lalu stabil Kembali, itu mungkin Cuma efek alat gumamnya. Salsa mencoba menolak kenyataan yang tak bisa ia jelaskan, agus tak berkata apa-apa ia hanya menatap salsa denga tatapan lembut lalu menunduk izinkan saya pamit dan terimakasih sudah mengizinkan saya berdoa, namun sebelum ia pergi salsa memanggil, tunggu…pria itupun berhenti seketika dan menoleh, “ apa sebenarnya tujuan mu datang kesini, uang, pujian, popularitas, tanya salsa…. Agus pun menggeleng pelan , “ saya hanya datang karena diperintah hati tidak semua hal perlu alasan duniawi dokter, kadang tuhan memanggil seseorang untuk membantu tanpa pamrih, jawab agus penuh dengan keyakinan”. Salsa tersenyum sinis, Kau terlalu untuk dipercaya, dunia tidak berjalan dengan Doa, dunia berjalan dengan ilmu dan kerja keras, agus menatapnya dengan tatapan damai, kalau bgiru katanya pelan biarkan ilmu dan doa Bersama, karena kedua nya datang dari sumber yang sama yaitu Tuhan.

Kata-kata itu membuat dada salsa terasa sesak, ada sesuatu dalam dirinya yang goyah, ia ingin membantah tapi tak sanggup, untuk pertama kalinya peria sederhana itu membuatnya terdiam, malamnya salsa duduk di kursi ruang ICU, ia menatap ibunya yang tertidur tenang sementara ditanganya masih tergenggam botol air pemberian agus,  ia membuka tutupnya, mencium aromanya ternyata hanya air biasa tidak ada yang aneh, tapi entah mengapa air itu terasa menenangkan, dengan hati yang ragu salsa meneteskan sedikiti air ke ujung jarinya, lalu mengusap lembut  dahi ibunya, kalau memang ini Cuma air biasa biarlah tak ada yang terjadi, tapi kalau memang tuhan mau menolong, aku akan berhenti meremehkan siapapun, air matanya jatuh perlahan ia teringat kata-kata ibunya sebelum koma, naak…jangan sombong pada hidup, kadang yang menyembuhkan bukan tangan manusia, malam itu terasa sunyi hanya suara mesin infus dan detak jantung yang berdetak pelan, lalu lampu monitor disisi ranjang berkedip lembut, gerafik jantung prlahan stabil, salsa menatapnya dengan mata terbelalak.

Ia tak ingin percaya tapi hatinya bergetar, ia menatap wajah ibunya, yang kini tampak sedikit tenang lalu mendongak kelangit ruangan seolah berbicara pada susuatu yang selama ini ia abaikan, jika ini jalanmu, tunjukan aku kebenaran diluar jendela hujan turun perlahan membasahi kaca dengan irama lembut yang seolah  membawa pesan rahasia dari langit, dikajauhan berdiri seorang agus pria sederhana, tubuhnya basah kuyup dibawah guyuran hujan, tapi senyum diwajahnya tenang penuh keyakinan, seolah ia tahu, malam itu bukan malam biasa, malam itu Adalah awal dari sebuah keajaiban besar yang akan mengubah dua hati selamanya, pagi harinya sinar matahari menembus jendela ruang ICU, menyoroti wajah lembut soerang Wanita tua yang telah berhari-hari terbaring tanpa kesadaran, disampingnya salsa sang putri masih duduk dikursinya, matanya sembab, tubuhnya letih karena semalaman tak tidur, ditanganya botol air mineral yang diberi agus sudah hampir kosong, Ketika seorang suster masuk memeriksa alat monitor, tiba-tiba..suara lirih terdengar dari ranjang, salsa terlonjak kaget, ia menatap ibunya yang perlahan membuka mata, suara itu pelan tapi penuh kesadaran, ibu…suaranya bergetar, ibu sadar, astaga…ibu sadar, suster buru-buru  memanggil dokter jaga, dalam hitungan detik ruangan itu ramai oleh tim medis, mereka memeriksa tekanan darah, denyut jantung hingga reaksi pupil, dan hasilnya sungguh diluar logika.

Bersambung...***


Share:

Saya Ikhlas Jadi Istrimu (Ketika Doa Mengalahkan Logika) Bagian -1

Cerpen. bagia 1....

Seorang dokter cantik, yang kaya raya dan angkuh yang selama ini tidak percaya pada sebuah keajaiban, namun hidup nya berubah total setelah datang seorang pria yang lusuh dan miskin, dengan keyakinan sederhana yang mengguncang logika, “izinkan aku menyembuhkan ibumu” jika tuhan berkehendak ibumu akan sembuh, awalnya sang dokter mentertawakan dan menghina pria itu bahkan menantangnya dengan sombong, “ kalau kau benar-benar bisa menyembuhkan ibuku, aku rela menjadi istrimu”, tapi siapa sangka keajaiban benar-benar terjadi, dan bagaiman kisah selanjutnya akankah sang dokter memenuhi janjinya….

Langit sore jakarta waktu itu memancarkan warna keemas an, memantul indah didinding kaca rumah sakit mewah tempat dokter salsa bertugas, dari balik ruang operasi mucul seorang Wanita muda berjalan Anggun dengan jas putih yang tak ternoda itu sedikitpun, tatapanya tajam wajahnya tenang tanpa ekspresi, dialah dokter salsa, dokter termuda yang sudah menjadi kepala tim bedah diusia 30 tahun setiap langkahnya membuat para perawat, pasien bahkan dokter senior menoleh kagum, ia bukan hanya cerdas dan cantik tapi juga hidup dalam kemewahan, rumah bersar, mobil mewah, tas-tas mahal semua ada dalam genggamanya, namun dibalik semua kesempurnaan itu ada dinding tebal yang mengurung hatinya, ya itu kesombongan, bagi salsa dunia hanyalah tentang logika dan ilmu pengetahuan ia tak percaya pada keajaiban, apalagi doa, baginya kesembuhan hanyalah hasil dari kerja medis, bukan campur tangan Tuhan, setipa kali pasien menatap langit dan menyebut nama tuhan salsa hanya tersenyum sinis, kesembuhan bukan soal Iman tapi soal ilmu dan diagnose katanya tegas.

Dibalik kekaguman banyak orang perawat sering berbisik pelan “dokter salsa hebat, tapi galak nya minta ampun”.pasien miskin kadang ditatap saja tidak, tapi semua omongan itu tak pernah ia perdulikan, salsa hanya hidup untuk karir, prestasi dan pengakuan bukan untuk perasaan,

namun tiba-tiba hidup sempurna itu mulai retak, pukul 11 malam suara benda jatuh  dari lantai atas rumahnya yang membuat dokter salsa panik, ia berlari menaiki anak tangga dan mendapati ibunya tergeletak dilantai, tubuh Wanita tua itu gemetar hebat, wajahnya pucat matanya nyaris tak fokus,..Bu….ibu kenapa …dokter salsa pun memeluk tubuh ibunya yang dingin, lalu segera menelphon ambulan, ia membawanya kerumah sakit tempat ia sendiri berkerja serangkaian pemeriksaan dilakukan seperti City Scan MRi dan laboratorium pun lengkap, namun hasilnya membuat nafas dokter salsa tercekat dokter seniornya, dokter Bagus menatap layar monitor dengan wajah berat, Salsa ….ini bukan penyakit biasa, ada kerusakan langka di sistem saraf Otaknya, kami belum tahu apa penyebab nya mungkin sangat kecil untuk tertolong ucap dokter bagus, dokter salsa pun terpaku.

Tidak mungkin,,! Pasti ada cara, aku dokter, aku akan menemukan jalan untuk menyembuhkan ibuku berontak salsa, dalam keputus asaan, salsa menghubungi berbagai konsultan medis dari Singapura, jepang hingga amerika. Ia mengirim hasi scan ibunya, membayar ratusan juta demi telekonferensi dengan professor terkenal tapi jawabanya selalu sama “maaf kasus ini diluar jangkauan medis saat ini, hari-hari berikutnya telah berubah menjadi neraka bagi salasa, ia tetap bekerja tapi matanya sayu dan wajahnya Lelah, setiap malam ia duduk di ruang ICU, mengenggam tangan ibunya yang makin melemah tubuh sang ibupun semakin kurus, kulitnya pucat seperti kertas, suatu malam ibunya membuka mata dan berbisik lemah, naak..jangan sombong, kadang yang menyembuhkan bukan tangan manusia, air mata salsa jatuh seketika, jangan bicara begitu bu..”aku dokter” aku pasti bisa menyembuhkan ibu, tapi jauh didalam hati, ia tahu kalimat itu hanyalah pelarian dari kenyataan, harapanya hampir padam seminggu pun telah berlalu, salsa nyaris tak tidur,ia terus menatap hasil pemeriksaan berkali-kali berharap ada perubahan meski ia sendiri tak percaya lagi pada  keajaiban.

Lalu pagi itu datanglah seorang peria berpakaian lusuh muncul didepan ruang ICu, bajunya kumal rambutnya berantakan, wajahnya penuh debu dan kakinya hanya beralaskan sandal jepit, para perawat langsung menatap sinis, “ permisi..ini bukan tempat umum, anda mau kemana”. Tanya salah satu perawat, peria itupun tersenyum tenang, saya mencari dokter salsa, salsa yang duduk menatap layar monitor nya menoleh sekilas, saya salsa, ada urusan apa sambutnya dari balik layer monintor itu, peria itupun menatapnya dengan lembut, saya dengar ibu anda sedang sakit, saya datang untuk membantu, ruangan seketika hening para perawatpun saling pandang Sebagian lagi menahan tawa, membantu…..anda siapa, dukun, tabib, ucap salsa dengan sinis, tapi peria itu tak tersinggung, saya bukan siapa-siapa saya hanya percaya tak ada yang lebih besar dari kekuasaanya, taka da penyakit yang tak bisa disembuhkan jika tuhan berkehendak, salsa menghela nafas Panjang dan tersenyum tipis, kau bicara omong kosong dihadapan dokter spesialis saraf, ibuku tak bisa disembuhkan bahkan oleh professor luar negeri sekalipun dan kau datang dengan baju  kotor menawarkan pertolongan lucu.

Beberapa perawat tertawa kecil tapi peria itu hanya menunduk lalu berkata lembut kalau saya salah biarlah saya ditertawakan tapi kalau tuhan benar ibu mu akan sembuh, nada suara peria itu begitu yakin, hingga dada salsa terasa bergetar aneh namun egonya lebih kuat. Ia tersenyum miring dan berkata “baik,,! Kalau kau bisa menyembuhkan ibuku aku rela menikah dengan mu tapi kalau tidak jangan pernah muncul dihadapanku lagi, jawab salsa. Ruangan sunyi hanya terdengar suara mesin infus dan detak jantung dari monitor peria itu menatap salsa dalam-dalam, lalu menjawab degan suara tenang..” saya tidak datang mencari isteri, tapi saya datang, karena hati Nurani saya membawa saya kesini salsa mengibaskan tangan, wajahnya dingin dan datar, sudah cukup.! Terserah kau mau apa tapi jangan ganggu staf ku, ucap salsa dengan tajam. Kalau kau ingin mencoba silakan tapi jangan harap aku akan percaya. 

Bersambung...***


Share:

Ketika Hati Belajar Pulang

Ada masanya manusia merasa begitu jauh, bukan dari orang lain, tapi dari dirinya sendiri. Hati terasa asing, doa terdengar hampa, dan hidup berjalan tanpa arah yang jelas. Di titik itulah hati sebenarnya sedang lelah mengembara, rindu pulang, namun belum tahu jalan Untuk Kembali, Pulang bukan soal kembali ke tempat lama, melainkan kembali kepada kesadaran awal, bahwa kita hanyalah hamba. Bahwa di balik segala ambisi, kecewa, dan luka yang disimpan rapat, ada Tuhan yang tak pernah berpaling. Kita yang sering kali tersesat oleh gemerlap dunia, lalu lupa membaca peta keheningan, kita yang selalu berjanji dan selalu pula menginkari.

Ketika hati belajar pulang, ia mulai jujur pada dirinya sendiri. Ia mengakui rapuh, menerima kalah, dan berhenti berpura-pura kuat. Air mata yang dulu dianggap lemah, berubah menjadi bahasa paling tulus untuk memanggil langit. Dalam sujud yang panjang, hati menemukan sesuatu yang tak didapatkan di mana pun, ketenanganpun mulai dirasa, bebrapa waktu yang lalu saya punya rencana yang sudah tersusun rapi, namun setiap rencana yang telah disusun ada campur tangan Allah yang tidak bisa di ingkari, takdir telah punya ketentuan yang tak mungkin dielakan.

Sore itu saat Ketika saya berada Di tepi sungai yang mengalir tenang, kami berdiri berdampingan. Tidak ada mimbar, tidak ada pengeras suara, tidak pula sorotan siapa pun. Hanya air yang terus bergerak, langit yang merunduk kelabu, dan hati-hati yang sejenak berhenti dari hiruk pikuk dunia, Mereka datang dari kesibukan masing-masing. Ada yang lelah oleh tanggung jawab, ada yang diam-diam menyimpan beban hidup, ada pula yang sedang belajar berdamai dengan takdir, Namun sore itu, semua perbedaan lebur. Yang tersisa hanyalah kebersamaan dan kesadaran bahwa manusia, sejauh apa pun melangkah, tetap membutuhkan tempat untuk pulang.

Ada pak kamarudin, sahabat saya yang tidak pernah tua oleh usia, meski sudah tidak sebentar ia menjalani kehidupan didunia ini, tapi semangat perjalanan hidupnya tidak pernah renta, selalu sederhana dalam berprilaku, muda dalam bersikap membuat siapa saja merasa nyaman dan tenang Ketika Bersama beliau, saya yakin dibalik itu semua ada masalah yang ia sembunyikan, sebagai seorang manusia tentu tak luput dari persoalan, namun rasa Syukur telah meleburkan semua itu

ada yang terlihat enjoy dalam keseharianya, tertawa lepas sepanjang hari, Ia selalu tersenyum, seakan hidup tak pernah memberinya luka. Namun di balik kegembiraannya, ada hati yang tak pernah lalai mengingat Tuhan. Tawanya bukan pelarian, melainkan syukur yang menemukan bentuk. Di saat bahagia, ia tidak lupa bersujud; di saat lapang, ia tetap rendah hati. Ia mengajarkan satu pelajaran diam-diam, bahwa iman tidak selalu berwajah sendu kadang ia hadir sebagai kegembiraan yang tahu ke mana harus kembali.namun siapa sangka dibalik itu juga ada rasa penantian yang mengkhawatirkan, mungkin ia sedang menanti jodoh yang tak kunjung tiba.

Kyai Ahmad, kami sering menyapanya, jika dilihat dari wajah lebih kurang seumuran dengan pak kamarudin, saya banyak belajar dari beliau, Ia tak pernah meninggikan suara, sebab ia tahu luka sering lahir dari kata yang tergesa. Tutur katanya lembut, bukan karena lemah, tetapi karena hatinya terlatih untuk memahami. Dalam setiap kalimatnya ada jeda, dalam setiap jedanya ada kebijaksanaan. Ia memilih merangkul lewat bahasa, menenangkan lewat kata, dan mengingatkan tanpa melukai. Dari dirinya saya belajar satu hal penting, bahwa kelembutan adalah kekuatan yang paling sunyi, namun paling dalam maknanya. Terimakasih telah membeikan Pelajaran penting dalam kehidupan.

Sungai yang berada dibelakang kami itu seperti cermin waktu. Airnya mengingatkan bahwa hidup tak pernah benar-benar diam. Ia mengalir, membawa cerita masa lalu, menyapa hari ini, lalu pergi menuju masa depan. Begitu pula manusia, Kita sering terbawa arus, ambisi, kecewa, harap, dan luka. Tanpa sadar, hati telah jauh melangkah dan terus menjauh dari sumber ketenangan, Dalam kebersamaan sederhana itu, ada pelajaran yang tak terucap. Bahwa iman tidak selalu lahir dari kesendirian yang sunyi, tetapi juga dari tawa yang tulus bersama. Bahwa persaudaraan adalah salah satu cara Allah menjaga hati kita agar tidak terlalu jauh tersesat.

Kami bersandar di pagar tua, seperti manusia yang bersandar pada iman. Tidak sempurna, kadang rapuh, namun tetap menjadi penopang agar kita tidak jatuh sepenuhnya ke dalam keputusasaan, Di sanalah hati mulai belajar pulang pelan-pelan, tanpa paksaan, Belajar pulang bukan berarti hidup tanpa masalah. Justru di tengah masalah itulah kita diingatkan kita tidak sendiri. Ada saudara yang menguatkan, ada doa yang saling diselipkan, dan ada Allah yang Maha Menyaksikan setiap langkah, bahkan yang paling sederhana.

Belajar pulang berarti berdamai dengan masa lalu. Bukan menghapus luka, tapi memahami dan belajar dari setiapa kejadian, bahwa setiap luka pernah menjadi jalan. Kesalahan tak lagi dipeluk dengan penyesalan yang menyiksa, melainkan dengan taubat yang menenangkan. Di sanalah hati belajar, bahwa Allah tidak menunggu kita dengan sempurna Dia hanya menunggu kita kembali.

Dan saat hati benar-benar pulang, dunia tetap sama: masalah belum tentu selesai, ujian masih datang silih berganti. Namun ada yang berbeda cara kita memandang hidup. Beban terasa lebih ringan, karena kini kita tidak lagi berjalan sendirian.


Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

PUISI

CERITA

UMT.CSH

Mengetuk Damai Bukan Mengutuk Perbedaan

Bebrapa hari ini saya melihat banyak sekali Pelajaran penting yang bisa diambil hikmah dari setiap kejadian yang ada disekililing kita. Dise...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.