NUansa.UMT

APA SALAHNYA MENANGIS..

             Apa salahnya menangis, jika memang dengan menangis itu manusia menjadi sadar. Sadar akan kelemahan-kelemahan dirinya, saat tiada lagi yang sanggup menolongnya dari keterpurukan selain Allah Swt. Kesadaran yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Bukankah kondisi hati manusia tiada pernah stabil? Selalu berbolak balik menuruti keadaan yang dihadapinya, Ketika seseorang menghadapi kebahagiaan maka hatinya akan gembira dan saat dilanda musibah tidak sedikit orang yang putus asa bahkan berpaling dari kebenaran. 
           Sebagian orang menganggap menangis itu adalah hal yang hina, ia merupakan tanda lemahnya seseorang. Para orang tua di Jepang akan memarahi anaknya jika mereka menangis karena dianggap tidak tegar menghadapi hidup. Menangis adalah hal yang hanya dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai prinsip hidup. 
            Bagi seorang muslim yang mukmin, menangis merupakan buah kelembutan hati dan pertanda kepekaan jiwanya terhadap berbagai peristiwa yang menimpa dirinya, bahkan Rasulullah Saw meneteskan air matanya ketika ditinggal wafat oleh anaknya.
           Begitu juga dengan sahabat Nabi (Abu Bakar) Beliau senantiasa menangis, dadanya bergolak manakala sholat dibelakang Rasulullah Saw karena mendengar ayat-ayat Allah. Abdullah bin Umar suatu ketika melewati sebuah rumah yang di dalamnya ada sesorang sedang membaca Al Qur’an,. Pada saat itu juga beliau diam berdiri tegak dan merasakan betapa dirinya seakan-akan sedang menghadap Robbnya, kemudian beliau menangis. Lihatlah betapa Rasulullah Saw dan para sahabatnya benar-benar memahami dan merasakan getaran-getaran keimanan dalam jiwa mereka. Lembutnya hati mengantarkan jiwa mereka kepada derajat hamba Allah yang lemah dan tak berdaya. 
            Bukankah diantara tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan Allah adalah orang yang berdoa kepada Robbnya dalam kesendirian kemudian dia meneteskan air mata? Tentunya begitu sulit meneteskan air mata saat berdo'a sendirian jika hati seseorang tidak lembut. Yang biasa dilakukan manusia dalam kesendiriannya justru maksiat. Bahkan tidak sedikit manusia yang bermaksiat saat sendiri di dalam kamarnya, seorang mukmin sejati akan menangis dalam kesendirian dikala berdo'a kepada Tuhannya. Sadar betapa berat tugas hidup yang harus diembannya di dunia ini. 
Di zaman ketika manusia lalai dalam gemerlap dunia, seorang mukmin akan senantiasa menjaga diri dan hatinya. Menjaga kelembutan dan kepekaan jiwa nya, Kita tidak akan melihat seorang mukmin bersenang-senang dan bersuka ria ketika tetangganya mengalami kesedihan, ditimpa berbagai ujian, cobaan, dan lain sebagainya, Mukmin yang sesungguhnya akan dengan sigap membantu meringankan segala beban saudaranya. Ketika seorang mukmin tidak mampu menolong dengan tenaga ataupun harta, dia akan berdoa memohon kepada Tuhan semesta alam, untuk meringankan beban saudaranya. 
            Menangis merupakan sebuah bentuk pengakuan terhadap kebenaran. “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata: “Ya Robb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad)”. (QS. Al Maidah: 83). 
           Orang yang keras hatinya, akan sulit menangis saat dibacakan ayat-ayat Allah. Bahkan ketika datang teguran dari Allah sekalipun ia justru akan tertawa atau malah berpaling dari kebenaran. Padahal ayat-ayat Allah tidak lah hanya berupa tekstual pada Kitab Suci Allah Qur'an saja, melainkan segala sesuatu kejadian yang kita alami adalah Ayat-Ayat Allah, termasuk Pasangan kita adalah merupakan Ayat-Ayat Allah. 
          Barangkali di antara kita yang belum pernah menangis, maka menangislah disaat membaca Al Qur’an, menangislah ketika berdo'a di sepertiga malam terakhir, atau tangisilah dirimu karena tidak bisa menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah. Semoga hal demikian dapat melembutkan hati dan menjadi penyejuk serta penyubur iman dalam dada. Ingatlah hari ketika manusia banyak menangis dan sedikit tertawa karena dosa-dosa yang diperbuatnya selama di dunia. “Maka mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS At Taubah: 82). ("Bunga Rampai V) 
           Saya pernah mendengar sebuah kata pujangga, "Menangis lah kamu ditengah derasnya Hujan, agar tidak seorang pun tau kalau engkau sedang menangis). 
          
Share:

AIR MATA KERINDUAN.

        Setelah Dua hari mengikuti orienatasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja, Kami melanjutkan agenda berikutnya, sesuai dijadwalkan akan bertemu dengan Mentri Agama yang sering di sapa dengan sebutan "Gus Men", atau saya lebih mengenal Gus Yaqut Kholil Qoumas, yang juga merupakan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP.ANSOR), sebagai Komando tertinggi di Organisasi Banom Nahdhatul Ulama.
          Tapi sangat disayangkan sekali pertemuan itu di Cencel menjadi esok Hari, tapi bagi kami tidak masalah, dan tidak menyurutkan semangat kami dalam mengikuti Pembinaan yang akan di sampaikan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Wilayah Riau, yang di majukan dari jadwa l sebelum nya, di sela-sela menunggu kehadiran Bapak Mahyudin, dari ibu kota Negeri Melayu itu kami menyempatkan waktu untuk berkumpul dan berdiskusi tentang program mencerdaskan putra-Putri bangsa, dan juga saling bercerita tentang harapan ada angin segar dari kabar yang di bawa oleh para petinggi kami di payung besar Kementrian Agama, maklum beberapa sahabat saya ini sedang di uji kesabaranya dengan hidup berjarak dengan keluarga, tidak mudah jika saya berada di posisi mereka. 
         walau bagaimanapun kita tidak boleh berkecil hati atas nikmat -nikmat yang diberikan oleh Allah, SWT, sebagaimana rasa semangat yang dulu membara sebelum mengikuti Tes di kantor BKN Provinsi Riau, di Pertengahan April lalu, tapi sebenarnya masih ada beberapa sahabat saya rasa semangatnya surut setelah mendapat kabar resmi dari hasil pengumuman yang dilihat dari akun Masing-masing, karena penempatan tidak sesuai harapan, tapi itulah sebuah fenomena kehidupan yang setiap saat nya penuh misteri.
         Harapan tidak sesuai kenyataan itu soal biasa, yang bahaya nya adalah ketika kita mendustai nikmat dan anugrah yang Tuhan Berikan, "Nikmat Tuhan Mu yang Manakah yang kamu dustakan" padahal di situ bagian dari eksistensi Rukun Iman yang ke Enam, yang lebih bahaya lagi adalah kehilangan rasa syukur, sehingga menganggap seakan dunia ini sudah berakhir, "Kiamat"... Padahal ketentuan makhluk itu bukanlah harga Mati, bisa jadi ketentuan ini bagian dari Asesmen yang maha Kuasa untuk mengetahui sejauh mana rasa kehambaan dan rasa syukur yang dimiliki oleh manusia, atau bisa jadi ketentuan ini bagain dari jawaban Do'a yang tidak komplit saat di panjatkan dalam hening nya malam, diatas hamparan sajadah suci yang di iringi dengan beningnya air mata, saya jadi teringat nasihat dari Buya Jasmail. "Barangkali Doa Kami hanya kolektif yaitu minta Lulus,".🤭.
           Pengrahan dari kanwil akan segera dimulai, kami pun bergegas untuk memasuki ruang di lantai dua, dan bersiap-siap untuk mengikuti orientasi dan penagrahan  dari pejabat tertinggi di provinsi Riau ini, pengarahan nya sangat menyentuh dan tepat pada sasaran, ibarat busur sudah menancap pada sasaran, dan siap melumpuhkan rasa yang sebelum nya bergejolak seakan dunia tidak adil, dan tidak ada keadilan dalam hidup ini, ternyata setelah kami mendapat wejangan (Nasihat) dari Kanwil, baru terasa betapa indah nya amanah dan titah dari yang kuasa yang penting jalani dengan Legowo Terima apa adanya bukan ada apanya.. 🤭. 
        Kondisi ini memeberikan pelajaran yang sangat berarti bagi pribadi saya, ternyata banyak hikmah yang bisa di ambil dalam setiap kejadian, sahabat-sahabat saya adalah orang yang terpilih setelah melalui seleksi yang sangat ketat,  kita adalah pemenang dari sekian puluh Ribu jiwa yang berjuang, dan sangat beruntung kita termasuk pada bagian barisan pemenang, dan siap mengabdikan diri untuk Nusa, Bangsa dan Agama. 
         Dibalik rasa penderitaan ini, juga ada kenikmatan hakiki, dimana kita bisa lebih khusu' untuk bercengkrama dan menemukan titik kedamaian saat menyebut Nama Allah dalam sujud di sepertiga Malam, dan bekeluh kesah dengan ikhlas rasa penghambaan yang menghujam, saya yakin di antara sahabat-sahabat saya ini ada yang tidak pernah putus Doa nya dan tidak pernah Alpa dari tahajud nya, untuk menembuka cakrawala langit untuk mengetuk pintu Ilahi, dengan harapan ada kemudahan bersama kesulitan, "Innama'al 'usriyusraa".. 
         Semoga di setiap butiran Air mata yang saat ini ditumpahkan akan segera berubah menjadi berlian yang berharga dan sahabat-sahabat saya bisa bahagia menjalani hidup di Negeri yang di sebut Kota Sagu ini, " Syukuri, Sabari dan Nikmati".. 
         
         
           

Share:

KOPI LOKAL DAN LIBERIKA

Di sela-sela istirahat ke dua menjelang pembelajaran dimulai, Mas Adi Bercerita tentang betapa singkatnya hidup yang kita jalani, rasanya baru kemaren sore kita dan sahabat sahabat lama seperjuangan duduk ngumpul bersama bercerita  tentang klenik-klenik tingkah laku peserta didik yang beraneka ragam, setiap permasalahan dipecahkan bersama, serumit apapun masalah yang ditemui selalu ada solusi tanpa harus melukai satu sama lain, baik itu diri pribadi peserta didik maupun rekan kerja, biasanya Pak Rasyid selalu menjadi orang tengah dalam memecahkan masalah, sekarang kami harus berpisah ntah kapan bisa berkumpul kembali. 
       Saat ini kami masih bisa duduk bersama saling bercerita tentang masing-masing pengalaman dikelas yang berbeda dengan wajah berbeda pula, ada yang dari kuansing, kampar, sumbar, ada juga dari kota bertuah, dan selatpanjang, semua nya berkumpul menjadi satu tanpa membedakan suku dan bahasa, inilah hakikat ke Bhinneka Tunggal Ika an, dalam ikatan kekeluargaan kami yang baru. 
       Rasa kaget, khawatir dan takut, dirasakan oleh rekan-rekan saya yang baru, maklum untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang baru memang tidak mudah, belum lagi di belenggu oleh rasa Rindu yang menggebu terhadap Suami dan Istri yang di tinggalkan demi pengabdian kepada bangsa, ini adalah tugas mulia, belum lagi seorang Ibu yang harus meninggalkan Putra-putrinya, yang saat ini sangat membutuhkan belayan kasih sayang, dan cerita indah sebagai pengantar saat mau tidur, hmmmmm....sebuah Rasa yang tidak mudah untuk di luluhkan kan, tapi saya yakin badai pasti berlalu. 
       Belum lagi Sahabat saya Pak Rizki, yang harus berpisah dengan istri baru nya, maklum belum ada 40 hari menikah, sudah ditinggal demi sebuah perjuangan dan pengabdian, semoga Pak Rizki sehat di rantauan dan di berikan Kesabaran untuk sang Istri, meski demikian Sahabat saya ini selalu tampak ceria tak sedikitpun tampak diwajahnya rasa Gundah untuk menjalani hidup tanpa istri yang mendampingi karir nya, walaupun usia nya jauh lebih muda dibanding saya 10 tahun jarak nya, tapi keilmuan dan pengalamanya sudah lebih Tua dari usia saya.🤣🤣. 
           Saya banyak belajar ilmu hikmah dari nya, beliau mengatakan bahwa untuk bahagia itu tidaklah harus berada di suatu tempat, karena jika bahagia itu ada di suatu tempat pastilah semua orang akan menuju kesana, dan bahagia itu juga tidak bisa dibeli, jika bahagia itu bisa dibeli pastilah hanya orang-orang yang Kaya saja yang bahagia, Tapi rasa bahagia itu ada pada hati yang ikhlas saat menerima takdir dari yang Kuasa untuk diri nya. 
         Ternyata saya mulai mengerti Setiap persoalan pasti  ada jawabanya, karena tidak ada seorang Guru pun yang memberikan soal untuk murid nya kecuali Dia sudah punya Kunci jawabnya, di sela-sela kerumitan  masalah yang kami hadapi, alhamdulillah sedikit terkikis dengan hadir nya Buk Ema, yang menyugukan Kopi hangat untuk kedua kalinya setelah beberapa waktu yang lalu juga saya muat dalam sebuah artikel, ternyata benar kata orang, bahwa nyeruput kopi bisa membuat ambyar sebuah permasalahan. 
       Pak Syafriwal yang duduk di samping Pak Untung, baru saja berhayal dan belum selsai tentang bagaimana bisa menikmati nikmatnya Kopi liberika Meranti yang baru saja di ceritakan oleh Mas Adi, saya berharap Pak Syafriwal bisa mewujudkan hayalanya tentang Kopi liberika, tentu kuncinya ada pada mas Adi yang di tunggu traktiran untuk menikmati kopi liberika di pinggir laut, saya siap untuk menemani dan mendengar cerita mereka berdua. 
        
Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

PUISI

CERITA

UMT.CSH

Rajab dan Jalan Pulang Menuju Hati

Rajab datang seperti angin yang lembut tidak selalu terdengar, namun dapat dirasakan oleh hati yang peka. Di antara dua belas bulan yang ber...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.