Pagi itu tepatnya pada ramadhan ke Dua, saya berkeliling-keliling pasar di kota kecil pinggir laut (selatpanjang) yang dikenal orang menyebutnya sebagai Kota sagu, sambil menemani istri membeli keperluan dapur.
Saya melihat beraneka ragam bumbu, sayur dan ikan yang masih segar-segar, sembari menunggu istri belanja keperluan dapur saya tetap duduk di atas motor, saya melihat ada seorang wanita Tua sedang menggendong bakul yang berisikan jambu merah, dalam kerutan di jidad nya terlihat harapan agar isi gendongan nya habis terjual, namun sudah ditawari ke beberapa pembeli di pasar tak satupun yang mau membelinya, raut wajah kecewa dan lelah semakin terlihat.
Ke esokan hari nya, sepulang dari sekolah sebagai aktifitas ku sehari-hari, posisi matahari pun hampir tegak lurus di atas kepala, terik nya menyengat yang membuat tenggorokan semakin tercekik oleh rasa haus, namun tetap bertahan karena sedang mempertaruhkan iman dalam keadaan berpuasa, saya melihat nenek Tua yang semalam menggendong bakul yang berisi jambu itu melintas dalam pandangan masih dalam kondisi yang sama.
Sore hari nya saya bertemu kembali dengan wanita tua itu yang menggendong bakul nya sambil membangi-bagi isi bakul dengan beberapa bungkusan plastik kuning dan biru muda, saya menghampiri nya, "Nek... Ini mau di apakan jambunya..? Tanya ku sambil tersenyum... Nenek itu menjawab dengan polos.. " Mau di bagikan kepada orang-orang dipasar,.. Kamu mau..?.. Dengan logat khas jawanya itu, Saya di tawari sambil tersenyum saya jawab.. "Ini harganya berapa...", Gratis..!!! Sambut nenek itu dengan senang dan bahagia.
La kok gratis nek... Biar mudah masuk syurga, sambut nenek dengan nada lirih sambil tersenyum, saya pun dengan sepontan menjawab,.. " Di Syurga itu tidak ada nenek-nenek. "... La yo... Syuargo ngendi seng gelem nerimo wong elek koyo aku... " Sambut nenek itu sambil tertawa lepas, seakan lepas semua lelah nya.
..."Alhamdulillah....nek sampean besok menjadi bidadari nya syurga.. ", amin sambut nenek sambil merapikan isi bakul nya dan saya pun meranjak pergi sambil membawa tentengan sebungkus jambu dari sang nenek.
Seberat apapun ujian dan cobaan dalam kehidupan ternyata untuk bahagia itu cukup sederhana, bisa membuat orang-orang didekat kita tersenyum dan saling berbagi saya rasa sudah cukup, adapun yang lain itu adalah bonus..
=Umt. Csh=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar