Riawanti
pagi itu bediri didepan para peserta Latihan kepemimpinan Dasar organiasi yang
digelar oleh rakan-rekan Osim Di sekolah ku, kata LKD ini sudah lama saya
dengar sejak 13 tahun lalu ketika baru merajak di bangku kuliah, tapi LDK
dikampus maknanya adalah lembaga dakwah kampus, sama dalam penyebutan tapi beda
dalam memaknai dan melaksanakan dilapangan. Saya ingat betul ketika buk Ria
menyampaikan pidatonya didepan publik, kata motiavsi dan semangatnya mampu
menyulut jiwa para peserta yang tidur
dalam keheningan seakan kegiatan ini hanya ceremonial saja, tapi tiba-tba
semangat dari peserta ini sepontan memecah ketenangan dan api semangat
organisasi di tubuh para pemuda yang siap untuk mengguncang dunia, tepuk tangan
gemuruh pun ikut berteriak menyambut kata-kata yang keluar dari pimpinan mereka..
Tak
lama setelah itu pimpinan tertinggi dari organisasi itu pun angkat bicara
diatas podium itu yang ditakuti oleh
kebanyakan mereka, setiap kalimat nya juga tak mau kalah dengan sambutan yang
pertama, ‘”seorang pemimpin itu harus siap berjuang dan berkorban rela berkorban ditengah kesulitan dan
tantangan,seorang pemimpin harus tetap tegar dan tidak pernah lelah dengan kata
menyerah, seorang pemimpin harus memahami bahwa kepemimpinan bukanlah tentang
mencari kemuliaan dan ketenaran pribadi,
tapi seorang pemimpin harus tahu tentang melayani orang lain dan mencapai
tujuan yang lebih besar, dan perlu di ketahui juga seorang pemimpin bukanlah
seorang yang sempurna, sehingga ketika dibawah kepemimpinan nya nanti terdapat
kekeliruan janganlah menjadi seperti tinta yang menitik di hamparan kertas
putih, sangat kelihatan dan kita sering melupakan setiap sisi kertas yang
putih” tutur sang pemimpin tertinggi dalam sambutan yang syarat dengan makna
itu.
Penyematan
kartu tanda peserta pun terpasang mengalungi leher mereka, dan baju seragam
oren itu juga menyelimuti seluruh peserta, semakin menambah semangat mereka
dalam mengikuti materi dari beberpa narasumber yang sengaja didatangkan dari
pusat kabupaten yang terdiri dari motivator, akademisi dan aparat keamanan
(TNI). Setiap materi yang disampaikan syarat dengan makna dan luas
denganpengalaman dari masing-masing narasumber, mereka mengikuti dengan hidmat
dan sangat antusias sekali, saya melihat dari empat sisi (depan,belakang,
samping kanan dan kiri) tidak seorang pun diantara mereka yang pecah dan liar
dari konsentrasi saat mengikuti kegiatan yang belangsung selama lebih kurang sepuluh jam itu.
Kegiatan
ini diawali dengan pembacaan ayat suci al Qu’an,yang dilantunkan oleh Ilfayu
Mahgfirah, seorang gadis belia yang sholeha, setiap lantunan ayat demi ayat
yang dibacakan mampu menusuk qalbu, sehinga mampu merubah resah nya hati
menjadi tentram seketika saat mendengar lantunan kalam Ilahi yang dibacakan
oleh ilfayu, saya mangenal beliau ketika mengikuti kegiatan MTQ tingkat
Provinsi tahun lalu yang diselenggrakan di kota Dumai dengan cabang
Hifdzil Qur’an, yang sekarang masih
menduduki kelas X di tingkat MA, setara dengan kelas satu SMA, Kegiatan itupun
berlansung Penuh hidmat, dan dilajutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya,
untuk semakin menumbuhkan rasa Nasionalisme kepada seluruh peserta, lagur Mars Madrasah
pun semakin membahana disetiap sisi kegiatan pagi itu.
Okta
kurniawan, peserta yang paling aktif dalam kegiatan tersebut, setiap pertanyaan
yang di lontarkan kepada setiap narasumber sangat menginspirasi peserta lainya,
sehingga suasana semakin aktif dan bersahaja walau demikian tidaklah
menyurutkan semangat rekan peserta lainya untuk menyambut dengan jawaban dan
saling megajukan pertayan, narasumeber yang pertama ini saya lihat sanagt
bersemangat, atau mungkin memang bawaan dari lahir sudah semagat, maklum latar
belakang nya adalah militer, sekaligus sebagai orang yang di tuakan di daerah
itu pada jajaran satuan Tentar Nasoanal Indonesia, saya tidak terlalu akrab
mengenalnya tapi kebersamaan dalam waktu yang singkat itu membuat kami saling
mengenal satu sama lain, kalau dlihat dari wajah si beliau agak mirip dengan
pemain film holliwood Sylvester Enzio Stallone atau lebih dkenal dengan Rambo,meskipun
wajah nya mirip dengan Rambo tapi hatinya seperti Rhoma, lembut dan humoris dan
sangat menyenangkan.
Kegiatan
latihan Dasar Kepemimpinan Tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelum
nya,biasa setiap kegiatan memakan dana yang besar, namun tahun ini sangat
terbatas sekali dari sisi pendanaan, saya tahu betul setiap kegiatan apapun itu
tidak akan terlepas dari yang namanya dana yang lebih mudah disebut dengan
uang, tapi ternyata jiwa militansi dari jajaran panitia sama sekali tidak
mundur walau serba terbatas, buktinya kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan
sukses, mereka harus bisa dan mapu dtempa untuk menjadi generasi yang siap
berjuang walau tak beruang, demi untuk mencapai rencana yang besar, dengan
semangat yang besar.
Dalam
segmentasi pertama materi di isi oleh narasumber dari angkatan darat, yang
berpangkat sersan, beliau menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan,
betapa pentingnya bagi setiap generasi anak bangsa ini mengetahui dan mencintai
bangsanya, melalui berbagai macam cara dan model, ada yang meujudkan bentuk
cinta kepada bangsa ini dengan berkarya melalui tulisan, membangun peradaban,
menjaga budaya, bahasa dan saling menghormati atas perbedaan, indnesia adalah
negara yang besar maka butuh nyali yang besar juga untuk menjaga nya dari
ancaman-ancaman dari luar maupun dari dalam, sebagai generasi penerus bangsa
para peserta latihan ini membuktikan rasa cinta nya kepada negeri ini dengan
giat menuntut ilmu, dan belajar untuk disiplin dalam menata diri dan waktu, setelah
materi selesai para peserta pun diajak turun kelapangan untuk melalukan
refleksi dengan baris berbaris, ternyata dalam gerakan baris berbaris ini
memberikan banyak makna dalam kehidupan, terlihat dari barisan dan gerakan para
pemuda itu betapa pentingnya untuk menjaga kerapian, setiap gerakan harus sama
dan barispun harus sejajara, hal ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya
untuk menjaga kebersamaan dalam mengatur sebuah kelompok atau komunitas, hal
ini lah yang seharusnya dimiliki oleh setiap pribadi permuda generasi bangsa,
apalagi kegiatan ini adalah tentang bagiama menjadi seorang pemimpin yang
menahkodai sebuah kelompok atau organisasi, hadirnya seorang pemimpin yang
tangguh dan disiplin serta mampu bekerja sama sangat di butuhkan.
Materi berikutnya disampaikan dari tokoh
organisasi pemuda, yang aktif dalam aktifitas gerakan, suntikan materinya mampu
memukau para peserta sehingga tak seorang pun dari peserta yang mengalihkan
pandangan, mereka hanya tau satu arah pandangan menuju raut wajah narasumber,
fikiran nya mampun di setir dalam alam semanngat dalam berorgnisasi, pertanyaan
silih berganti dan jawaban pun saling bersambutan membuat suasana menjadi
reflek seakan sedang sidang paripurna di gedung DPR, ternyata begitu aktif dan
semangat para pesrta mamapu menyingkat ruang dan waktu yang dua jam serasa dua
menit, tanp terasa waktu pun telah sampai pada pukul 12,22 Wib. Suara azan pun
terdengar dengan lirih dan merdu dari kejauahan, saya yakin itu suara muazin
yang mengumandangakan dari pengeras suara masjid yang tidak berapa jauh dati
tempat pelatihan, seluruh peseta pun bergegas untuk melaksanan kewajiban selaku
seorang muslim dan mukmin, mereka sholat secara berjamaan dan dilanjutkan makan
siang bersama, dengan berkeliling membuat lingkaran, saya melihat keakraban dan
persaudaran lahir dari suasana itu, nasi dan lauk pauk sudah siap terhidang
dihadapan mereka yang dibungkus dalam kotak Spolipom,
Menjelang
pada pukul 13 , 30 wib, para peserta pun sudah ontime menungg materi
berikutnya, dari seorang akademisi, yang sudah bergelar Doktor, sekaligus ketua
ormas keagamaan tempat berkumpulnya para Ulama, Zuama’ dan cendekiawan muslim,
sungguh ini adalah pelatihan organisiswa yang spesial dan spektakuler, yang
mampu mendatangkan tiga tokoh besar di daerah itu, saya yakin ini bukan
kegiatan yang main-main, Riawanti selaku ketua pelaksana ternyata sedang
menyiapkan para gernerasi bangsa yang hebat dan tangguh untuk masa depan,
materi ke tiga ini sangat unik dan menarik, kalau materi yang pertama mampu
membuat peseta tegang dan tegas, sementara ke dua mampum membakar semangat
peserta dalam berorganisasi dan berkarya, materi ke tiga ini ternyata mampu
membuat seluruh peserta serasa hidup dalam dunia Upin dan Ipin, keadaan
berjalan dengan santai tanpa ada beban, tapi meski demikian banyak sekali
hikmah dan pelajaran yang mampu mereka serap dari meteri yang disampaikan.
Menjalani
kehidupan ini memenag seharus nya kita berorganisasi, agama islam juga adalah
agama yang memuat bayak hal tentang organisasi, maka menjadi pemimpin
organisasis harus melahirkan rasa cinta dalam setiap prilakunya, rasa cinta
yang dibaluri dengan naluri kasih sayang akan mengantarkan roda organisasi yang
dipimpin menjadi berputar secara seimbang, sehingga mampu dirasakan manfaatnya
oleh setiap anggota, begitulah cuplikan singkat dari materi yang disampaikan
oleh narasumber.
semoga
kelak anak kits generasi penerus bangsa ini bisa menjadi pemimpin-pemimpin
besar, untuk cita-cita yang besar, uang bukan ukuran untuk mencapai impian,
berjuang Dan berusaha adalah kunci untuk mencapai harapan yang besar, kits
harus ber-Juang untuk menjadi orang yang ber-Uang.
=UMT=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar