↓ lebih dari lima belas tahun sudah pengabdian di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kepulauan Meranti, dulu beliau berangkat dari Madrasah Aliyah Al khoiriyah, sebuah nama yang baik memiliki arti kebaikan atau "kebajikan", seseuai dengan nama madrasah ini banyak melahirkan orang-orang yang berhati mulia, berbudi luhur dan baik, sehingga pancaran kebaikan nya kemana-mana dirasakan oleh masyarakat sekitar dan sampai daerah seberang (selatpanjang).
ibuk Seminah, adalah soerang yang penyabar dan penuh perhatian pada setiap siswa dan rekan-rekan kerjanya, memang beliau tidak seperti pegawai yang lainya yang setiap saat selalu berhadapan dengan para siswa, diruang kelas dan ruang labor, buk Seminah hanya seorang penjaga pustaka, yang terkadang juga beliau mencuci piring kotor yang ada didapur Sekolah, mencuci dan merapikan gelas yang berserakan dimeja dapur, maupun meja majelis Guru, maklum terkadang rekan-rekan Guru setelah selesai ngopi diruang isolasi (dapur sekolah) gelas dan sisa kopi selalu ditinggal "Prung" (ditinggal tanpa dikemas), setiap sore sepulang dari jam kerja ibuk Seminah selalu membersihkan dan merapikan nya, saya sering menemani nya bual dan bercerita, sambil bercanda "guyonan", karena saya sering pulang "Keri" (paling terakhir),mengimbangi pak jam yang lebih sering tingal disekolah dari pada dirumah nya sendiri, disaat semua pegawai sudah pada pulang buk Seminah pun nongol dan langsung merapikan tanpa banyak permasalahan, selesai itu buk Seminah tidak langsung pulang tapi menyempatkan waktu untuk nyapu dan ngepel ruangan,beliau lakukan dengan Ikhlas dan Tulus, sesekali saya menyapa beliau untuk memecahakn suasana, sebenarnya saya banyak belajar tentang arti sebuah tanggung jawab dengan beliau, yang menjalani kewajiban dengan selalu bersyukur dan rendah diri, menikmati pekerjaan hari ini yang menjadi milik kita dan tidak suka mencampuri pekerjaan orang lain yang sudah pasti bukan milik kita.
kembali pada pekerjaan sebagai penjaga pustaka, beliau mencatat rapi setiap buku yang keluar dari rak-rak di pinggir dinding dan tengah ruangan pustaka, bersikap ramah pada setiap pengunjung yang notabane nya adalah siswa dan Guru BK, sesekali saya menyapa Buk Semi yang sedang duduk dikursi pustaka, sambil memperhatikan tingkah siswa-siswa yang masuk keruang pustaka, namun tidak membaca buku melainkan tidur-tiduran dan bercanda, ada yang beralasan sakit perut dan pusing, padahal cuma untuk tidak mau mengikuti pelajaran yang kurang diminati, tapi buk Semi tidak pernah marah, dan tak jarang juga saya mampir dan ngobrol sesekali mendengarkan petuah-petuah tradisional dari buk Semi, pernah suatu saat ada siwa yang sakit perut, dikala orang lain sedang sibuk memberikan minyak angin dan fressCare, ada balsem dan promag, namun tak kunjung sembuh. e....buk Semi datang dengan membawa minyak makan "Minyak Goreng" dicampur bawang merah lalu diusapkan pada siswa yang sakit, alhamdulillah langsung sembuh, saya yakin itu adalah berkah ketulusan dan Keikhlasan dari Buk Semi.
sebelum beliau sakit, saya sempat bercanda dengan Buk Semi, yang sedang duduk termenung diruang TU, tepatnya duduk dikursi depan Mbak Nisa, seperti biasa saya menanyakan kabar beliau yang kelihatan nya sedang tidak sehat, padahal seharusnya beliau bergembira bersama rekan-rekan yang lain, atas kelulusan sebagai ASN PPPK pada bulan Desember yang Lalu, dan saat ini juga sudah menyelesaikan pengisian DRH (Dafar Riwayat Hidup) dan sudah Resume, tinggal menunggu SK turun dari Kementrian, yang insyllah akan mereka terima beberpa bulan kedepan.
saya ingat betul ketika saya tanya " Buk Omahe di resik'i, koyo Arep ono mangan enak ngombe legi" ( buk ..rumahnya dibersihkan,sepertinya akan ada makan enak) pikir saya buk Semi mau buat syukuran atau mau kenduri walimahan,maklum masih ada anak gadis yang paling bungsu, beliau menjawab dengan nada datar dan seperti biasanya ada bumbu-bumbu candaan, namun kalimat yang sekarang mejadi jawaban dan baru terasa saat beliau sudah tidak ada, beliau menjawab " ora ono mangan-mangan enak, ben resik ae, kepenak sesok lek ditinggal njikok SK omah e resik, anak-anak podo muleh" ( tidak ada makan-makan enak, biar gampang besok kalau ditinggal pergi ambil SK rumah nya sudah bersih, anak-anak pada pulang).
mungkin yang dimaksud SKnya Buk Semi Surat Kemtian, Kini tidak ada lagi sosok Tradisional yang selalu menebarkan kesabaran dan ramah senyum pada setiap orang yang dijumpai nya, Buk Semi Selalu menjalani Kehidupan ini dengan Sederhana dan selalu menumbuhkan bibit-bibit kedamaian dan ketenangan, bagaikan Lahan yang kering dan tandus, Beliau selalu menaburkan kebaikan dan tumbuh menjadi tanaman sikaf dan rasa yang selalu BerSemi, selamat jalan Bu Semi saya bersaksi bahwa Engkau adalah orang baik dan selalu menebarkan kebaikan dalam setiap kehidupan dan pasti kelak akan tumbuh orang-orang yang memberi kedamaian dan tumbuh Bersmi Seperti Mu.
Al fatehah buat buk semi
BalasHapusAl Fatihah untuk buk semi🤲
BalasHapusMasyaallah luar biasa,bahagia disana ya buk,
BalasHapusMemang terlalu singkat untuk diceritakan, tapiii yg saya tahu tentang buk seminah, adalah orang yg tidak pernah mengeluh krna sering cerita di perpus ruang kerja beliau dan menghabis kan waktu kosong sambil canda tawa, alfatihah untuk ibu seminah🤲
al fatihah buat buk semi, meski gak pernah ketemu ketika menjadi staff di MAN 2 karena saya tamat jauh sebelum beliau bekarja disana. tapi beliau memang seorang yang baik dan sederhana. semoga husnul khatimah. amin..
BalasHapusHusnul khotimah..untuk buk Semi...sy tidak kenal beliau tapi sy yakin beliau orang baik.
BalasHapus